INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN IBADAH, AHMAD THOBRONI

Nurul KRedaksi - Rabu | 04 Februari 2026 | WIB
INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN IBADAH, AHMAD THOBRONI
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN IBADAH, AHMAD THOBRONI RAIH GELAR DOKTOR

Mahasiswa Program Pascasarjana (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta (UID), Promovendus Ahmad Thobroni akhirnya berhasil mempertahankan desertasi didepan Senat Sidang Terbuka dalam agenda Ujian Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID yang diuji pada Selasa 3 Februari 2026 di Aula Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta.

Promovendus Ahmad Thobroni di uji oleh beberapa Professor yang diantaranya, Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Ketua Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Assoc.Prof. Dr. Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd (Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Jakarta), Prof.Dr. Marhamah, M.Pd Guru Besar Pascasarjana Universitas Islam Jakarta), Dr. Siti Uswatun Hasanah, M.Hum. (Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof.Dr. Bunyamin, M.Pd.I (Guru Besar UHAMKA Jakarta).

Promovendus Ahmad Thabrani, dengan karya penelitian Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Ibadah yang dilakukan di SMAIT Bunyan Cikarang Jawa Barat, dilakukan untuk memperoleh data dan informai serta menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta untuk merumuskan manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga menjadi inovasi. Dan untuk mengimplementasikan manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam.

Metode penelitian yang digunakan adalah DBR (Design Based Research) pada bidang pendidikan, merupakan serangkaian pendekatan dengan maksud menghasilkan teori-teori baru dan praktik yang menjelaskan dan berpotensi berdampak pada proses belajar-mengajar secara natural.

Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan bahwa pelaksanaan manajemen pembelajaran pendidikan Agama Islam di SMAIT Bunyan Cikarang Jawa Barat sudah dilakukan dalam berbagai kegiatan, diantaranya : proses pembelajaran pendidikan Agama Islam di dalam kelas yang mengacu pada kurikulum yang sudah ada, yang dimulai dari perencanaan (planning) yang meliputi perencanaan, dari mulai kepala sekolah tentang kebijakan. kemudian guru pendidikan Islam menyiapkan perangkat pembelajaran. Tahap berikutnya adalah pengorganisasian (organizing) meliputi kegiatan dengan langkah-langkah dari mulai sebelum masuk kelas, saat di dalam kelas, dan tahap sesudah pengajaran PAI.

Langkah berikutnya adalah pelaksanaan (actuating) yang meliputi kegiatan pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam. Tahap berikutnya adalah pengawasan atau evaluasi (controlling). Pada tahap ini evaluasi pembelajaran PAI dilakukan melalui ujian semester. tes tertulis maupun lisan, tanya jawab dan sikap peserta didik dalam proses pembelajaran.

Inovasi manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam di SMAIT Bunyan Cikarang Jawa Barat yang ditawarkan oleh penulis lebih menitik beratkan pada : a) rumusan tentang pendekatan integratif dalam pembalajaran agama Islam dengan materi-materi lainnya. diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang benar dan sesuai dengan tuntunan Islam. b) Rumusan tentang pengawasan dalam pembiasaan ibadah di sekolah dan stateginya. c) Rumusan tentang kegiatan mentoring dan pembinaan keagamaan yang lebih serius: d) rumusan kegiatan penambahan ekstrakurikuler, e) Rumusan tentang keterlibatan Orangtua dalam pembentukan karakter islami, dan f) Rumusan tentang evaluasi untuk peningkatan keberlanjutan.

Cara mengimplementasikan inovasi manajemen pembelajaran bisa dilakukan melalui proses pembelajaran siswa di dalam kelas dengan meningkatkan kualitas pembalajaran dengan tetap menggunakan prinsip manajemen pembelajaran dari mulai perencanaan (planming), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling) atau evaluasi. Selain itu, juga bisa dilaksanakan di luar kelas seperti kegiatan Kembiasaan, kegiatan mentoring pendidikan agama Islam dan kegiatan lainnya yang bersifat mendukung untuk Meningkatkan ibadah dan menerapkan nilai-nilai pendidikan agama Islam. Dengan cara ini diharapkan pembelajaran pendidikan agama Islam bukan hanya sekedar teori, akan tetapi Menjadi terapan dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si usai menyerahkan tanda kelulusan kepada Dr Ahmad Thobroni mengaku bersyukur hari ini Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta kembali meluluskan Mahasiswa S3 UID yang ke 78, dan ini wujud kontribusi Universitas Islam Jakarta dalam peningkatan Pendidikan Agama Islam di tingkat SMA/K, ini merupakan inovasi baru dalam pembelajaran dimana Dr Ahmad Thobroni memiliki konseptual yang emperis religious knolage menjadi religious praktis yang berkaitan dengan nilai-nilai sikap yang ada ditempat penelitiannya.

Mudah-mudahan ini memberikan makna tersendiri bagi peningkatan dunia pendidikan di Sekolah Menengah Atas, harapnya.

Sementara Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta) juga mengapresiasi Dr Ahmad Thobroni yang dengan karya inovasinya menghasilkan model pendidikan dresur, dimana peserta didik harus dipaksa dengan absensi, agar tepat waktu sehingga menghasilkan nilai, agar peserta ddik tidak lalai. Dan guru wajib memiliki buku porto folio, yang akan mengontrol anak-anak dalam kewajiban, termasuk dalam menjalankan Sholat 5 waktu. Sehingga akan menjadi kebiasaan yang baik bagi anak-anak peserta didik, ungkapnya. (Red)