2 Mahasiswa Universitas Islam Jakarta Sukses Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam

Nurul KRedaksi - Senin | 23 Februari 2026 | WIB
2 Mahasiswa Universitas Islam Jakarta Sukses Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Di Bulan Ramadhan, 2 Mahasiswa Universitas Islam Jakarta Sukses Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam

Bertempat di Aula Bab Al Rasyidi Kampus Universitas Islam Jakarta (UID) pada Senin 23 Februari 2026, kembali digelar Sidang ujian terbuka program Doktor, Pendidikan Agama Islam Pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, yang diikuti oleh 2 Mahasiswa S3 Universitas Islam Jakarta (UID), yaitu Promovendus Abdul Azis Afrizal dan Promovendus Hasyim.

Dalam paparannya Promovendus Abdul Azis Afrizal menyampaikan karya penelitiannya dengan judul “INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA RELIGIUSITAS PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI JAKARTA”, dihadapan penguji, yang diantaranya Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris penguji Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Anggota Assoc. Prof. Dr. Sutardjo Admowidjoyo, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Madian M. Muchlis, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), dan Penguji Eksternal Prof, Dr. Andriyani, SKM., M.Ag., MKM (Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta).

Penelitian tersebut dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis inovasi manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan guru untuk mewujudkan budaya relegius yang adaptif di SMP, serta untuk menerapkan pemberdayaan budaya religius disekolah untuk mewujudkan budaya relegius.

Didepan Dewan Penguji, Promovendus Abdul Azis Afrizal menegaskan bahwa Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan Budaya Religiusitas tersebut untuk menerapkan konsep inovasi manajemen pembelajaran yang adaptif yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, evaluasi dan refleksi dalam mewujudkan budaya religiusitas pada Sekolah Menengah Pertama di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, dengan jenis rancangan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini sebagai Contextual Novelty, yang berdasarkan konsep inovasi manajemen pembelajaran PAI, dasar pemikiran religius dikembangkan dengan mengamalkan nilai-nilai agama yang diyakini dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan memanfaatkan jam tambahan pada kegiatan Ekstrakurikuler. Pola pelaksanaan manajemen Pembelajaran PAI yang diinovasikan seperti, penerapan budaya religius.

Inovasi Manajemen Pembelajaran itu sendiri, pertama melihat daripada pemikiran pengembangan budaya, yang kedua adalah manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam itu sendiri, dan yang terakhir adalah implikasi dari istilahnya, bahwasanya kita bisa melihat temuan-temuan yang terjadi di dalam penelitian, karena ketika penelitian ini diambil penelitian profesi menggunakan penelitian kualitatif yang berdasarkan dari metode teknologi yang melihat dari suatu peristiwa-peristiwa yang sifatnya nyata, dan ketika sudah mendapatkan semua temuan tersebut, kita implikasikan inovasi-inovasi yang sesuai, agar menjadi dengan zaman era modern pada saat sekarang ini.

Dengan apa yang menjadi inovasinya, ada lima, yang pertama adalah Inovasi Manajemen Pembelajaran, yang kedua adalah pelaksanaan yang terencana, ketiga adalah organisasi atau pengorganisasian, keempat adalah evaluasi dan yang terakhir adalah refleksi, ungkapnya.

Dan diakhir evaluasi hasil ujian, akhirnya Dewan Penguji menyatakan Promovendus Abdul Azis Afrizal “Lulus dengan predikat Sangat Baik dan menjadi lulusan Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta yang ke 82.

Sementara Promovendus Hasyim dengan desertasinya berjudul “Pola Pembinaan Guru Raudhatul Athfal (RA) Studi Kasus Di Wilayah Kota Jakarta Utara”, telah berhasil menyusun program pembinaan guru dan proses pembinaannya, penyusunan visi dan misi untuk mencapai tujuan pembinaan Guru Raudhatul Athfal (RA) di wilayah Kota Jakarta Utara. dimana penelitian tersebut mampu memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis untuk para akademisi, institusi, guru dan masyarakat.

Penelitian tersebut dilaksanakan pada lembaga Raudhatul Athfal (RA) di Kota Jakarta Utara. Sasaran atau Fokus penelitian yaitu Pengurus Yayasan, Kepala Raudhatul Athfal, Pengawas Pendidikan, guru, para pembina yang memiliki tanggung jawab membina guru. Mereka ini data primer, dan data sekundernya berupa program kerja, laporan hasil evaluasi, dokumen-dokumen sebagai bukti fisik pelaksanaan dan aspek-aspek lainnya yang mendukung kegiatan di Lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif.

Teknis analisis data menggunakan analisa data model Miles dan Huberman atau model analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Lembaga RA di Kota Jakarta Utara dalam melaksanakan pembinaan guru beragam, sesuai pemahaman para pembinanya masing-masing. adanya perbedaan pemahaman dalam pelaksanaan pembinaan guru yang belum sepenuhnya merujuk pada panduan pembinaan menuju pendidikan yang berkualitas. Untuk itu peneliti mengajukan Pola pembinaan guru meliputi pembinaan adminstratif dan akademik yang terdiri dari Pelatiahan dan workshop, pendampingan dan supervise individual, Pembentukan komunitas belajar professional (Professional Learning Community) dan On the Job learning.

Pelaksanaan pola pembinaan ini diperlukan panduan pembinaan guru yang dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan mutu pembelajaran menjadi lebih baik. Pemahaman pola pembinaan guru secara holistik mampu memberikan kontribusi positif bagi lembaga pendidikan RA sebagai pilihan utama masyarakat.

Dr Hasyim menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan lebih kepada frekuensi pembinaan yang inten melalui pola-pola yang kami susun, maka potensi Guru akan lebih meningkat, sehingga menjadi guru-guru yang kompetensinya luar biasa, bukan kompetensinya saja yang tinggi, Skill juga hebat, sehingga menjadi “Guru Idola”, dan orang tua akan senang dididik Guru Raudhatul Athfal, ungkap Dr Hasyim.

Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA usai menguji mahasiswa S3, menegaskan bahwa Inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan Budaya Religiusitas cukup menarik, bagaimana pendidikan Agama Islam itu bisa sukses tidak hanya dilihat dari indikator peserta didik di dalam kelas, tetapi juga dengan kegiatan diluar kelas, sehingga perilakunya terkontrol dengan portofolio, sehingga hasilnya menarik untuk diterapkan di semua sekolah, harapnya,

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si dalam kesempatan tersebut juga mengaku bersyukur hari ini di bulan Ramadhan, 2 Mahasiswa Pascasarjana S3 Pendidikan Agama Islam UID telah menyelesaikan tugas akademik dan lulus sebagai lulusan program Doktor PAI, dimana Dr Abul Azis Afrizal menjadi lulusan yang ke 82, dan Dr Hasyim sebagai lulusan ke 83, dimana Dr Abdul Azis Afrizal telah mampu melakukan inovasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam disekolah menegah pertama yang berkaitan dengan Budaya Religiusitas yang juga berkaitan dengan ibadah, dan tentunya aklak.

Dan tentunya juga berkaitan dengan Kurikulun pendidikan itu sendiri, bagaimana dengan manajemen pembelajaran dilakukan mulai dari perencanaan, sampai pelaksanaan dan evaluasi, sehingga didalamnya ada Ibadah, aklak dan memiliki nilai-nilai lingkungan, sehingga didalamnya juga bisa dilihat dalam konsep digital, sehingga aplikasinya juga bisa digunakan oleh Guru-guru SMP dalam pembelajaran Agama Islam, ungkap Prof Raihan. (Red).