Ahmad Mufid Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari UID Usai Pertahankan Desertasi

Nurul KRedaksi - Kamis | 18 Juni 2026 | WIB
Ahmad Mufid Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari UID Usai Pertahankan Desertasi
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Ahmad Mufid Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari UID Usai Pertahankan Desertasi

Dalam ujian Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta Promovendus Ahmad Mufid berhasil mempertahankan Desertasinya saat diuji oleh 6 Professor, dengan Ketua penguji Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Guru Besar/Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A. (Ketua Program Studi Doktor Universitas Islam Jakarta), serta anggota penguji, Prof. Dr. Marhamah, M.Pd. (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Assoc. Prof. Dr. Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd. (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Atabik Luthfi, M.A. (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, ( Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), pada Rabu 17 Juni 2026, dan akhirnya Promovendus Ahmad Mufid berhasil "Lulus" dan meraih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta, serta menjadi lulusan program Doktor (S3) yang ke 85.

Usai ujian, Dr Ahmad Mufid menegaskan bahwa Mata Pelajaran Tarajumah itu salah satu karya Ulama Nusantara yaitu Syekh Kyai Haji Ahmad Rifai asli Jawa Tengah yang kemudian lebih terkenal di jawa karena beliau atau penulis itu orang Jawa, maka kemudian saya kepengin atau punya tujuan untuk mengenalkan Tarajumah ini di kampus, terutama di Jakarta, karena saya juga kebetulan tinggal di Jakarta, maka saya ingin memperkenalkan agar lebih eksis lagi tentang karya-karya yang ditulis oleh KH Ahmad Rifai,

Alasan kenapa saya mengambil penelitian ini, karena saya melihat mata pelajaran Tarajumah belum begitu diterapkan di sekolah madrasah, kalau dulu awal-awalnya memang hanya di Pesantren dan majelis taklim atau di Madrasah Diniyah yang sifatnya pendidikan nonformal, kemudian dengan adanya perkembangan zaman KH Ahmad Rifai, mendirikan lembaga pendidikan Rifaiyah yang bersifat atau jenjang formal, baik dari TK, SD, SMP atau MI, MTS, SMA, MA kemudian kitab Tarajumah itu dijadikan sebagai muatan lokalnya, salah satu muatan lokal masing-masing dari jenjang itu mengambil rujukan Kitab yang berbeda-beda, harapnya.

Rektor Universitas Islam Jakarta Prof Raihan juga mengaku bersyukur hari ini Universitas Islam Jakarta kembali meluluskan Alumni Program Doktoral yang ke 85, disertasi beliau mempunyai keunikan ke khasan lokal, ada kearifan lokal dengan mengangkat salah satu sosok Kyai Rivai dalam pelajaran berkaitan dengan fiqih. dan tentunya ini menjadi tantangan yang besar bagi Dokter Ahmad Mufid untuk melestarikan budaya yang sekaligus dengan penguatan-penguatan karya-karya di daerah, terutama di daerah Pekalongan.

Kita harapkan ini menjadi salah satu contoh dalam pelestarian budaya yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan yang mengangkat sosok-sosok pahlawan pendidikan di dalam menyebar nilai-nilai keagamaan, harapnya.

Sementara Ketua Program Studi Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof Dede Rosyada mengapresiasi Dr Ahmad Mufid yang telah melakukan pengembangan bahan ajar mata pelajaran Tarajumah untuk siswa di Madrasah Aliyah dan Desertasinya unik dimana ada suatu model bahan ajar yang diturunkan dari abad ke-18 yaitu buku Tarajumah yang kemudian dibuat sebuah naskah yang bisa dipahami dengan bahasa-bahasa kekinian.

Dan terbukti bahwa mereka yang belajar buku ini hasil belajarnya cukup bagus di atas KKM, untuk itu buku ini sangat bermanfaat bagi pendidikan khususnya di Madrasah Aliyah, ungkapnya. (Red)