Mahasiswa S3 UID, Ahmad Zulfi Aali Dawwas Sukses Mempertahankan Desertasi Didepan Tim Penguji

Nurul KRedaksi - Ksmis | 05 Februari 2026 | WIB
Mahasiswa S3 UID, Ahmad Zulfi Aali Dawwas Sukses Mempertahankan Desertasi Didepan Tim Penguji
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Mahasiswa S3 UID, Ahmad Zulfi Aali Dawwas Sukses Mempertahankan Desertasi Didepan Tim Penguji Dan Raih Gelar Doktor

Dewan Penguji dalam Sidang terbuka Guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam yang diajukan oleh Promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas yang diantaranya, Ketua Penguji Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. (Ka. Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Zaenun Kamal, MA (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr. Atabik Luthfi, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Syahrullah, M.P.d.I (Dosen Universitas Islam Jakarta) dan Penguji Eksternal, Prof. Dr. Rusmin Tumanggor.MA (Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta). Akhirnya menyatakan bahwa Promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas Lulus dengan nilai Amat Baik atau Sangat Memuaskan, serta menjadi lulusan program Doktor UID yang ke 80.

Dimana saat dilakukan ujian tersebut, Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas dengan berhasil mempertahankan desertasi didepan penguji dengan karya penelitiannya dengan judul “Meneguhkan eksistensi manusia sebagai khalifah pada era revolusi industri 4.0 dalam perspektif pendidikan”.

Dimana Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas menekankan akan adanya Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 yang menghadirkan tantangan serius bagi pendidikan Islam, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), dalam membentuk karakter, identitas, dan kesadaran moral peserta didik.

Praktik PAI menurut Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas masih cenderung berorientasi kognitif dan normatif, sehingga belum sepenuhnya mampu merespons krisis moral, spiritual, dan identitas digital yang ditandai oleh fragmentasi identitas, melemahnya empati, dominasi algoritma, serta rendahnya literasi dan etika digital. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara idealitas konsep pendidikan Islam dan realitas pembelajaran di tengah distrupsi teknologi.

Dari hasil penelitian tersebut mampu merumuskan konfigurasi konsep khalifah dalam perspektif pendidikan sebagai landasan filosofis pendidikan Islam di era Revolusi Industri 4.0, serta mengembangkan kerangka teoretis pendidikan berbasis nilai khalifah. Secara praktis, penelitian bertujuan merumuskan arah rekonstruksi pendidikan Islam dan strategi implementasi nilai khalifah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep khalifah perlu direkonstruksi sebagai orientasi konseptual dan praksis yang integratif, berlandaskan nilai Islam dan magasid al-syariah, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Rekonstruksi pendidikan Islam diarahkan pada integrasi sains, teknologi, dan etika keislaman, serta diimplementasikan melalui pengembangan diktat sebagai pelengkap pembelajaran, ungkap Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. juga mengapresiasi Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas sebagai lulusan ke 80 Universitas Islam Jakarta, dimana Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas yang dibesarkan dari keluarga Pesantren desertasinya sangat Filosofis, dan memiliki makna yang dalam sehingga Manusia sebagai Khalifah di muka bumi ini bisa dimaknai, dimengerti, dipahami dan bisa diimplementasikan di masyarakat, sehingga bisa memberikan manfaat yang besar, serta kebaikan bagi seluruh alam, ungkapnya.

Sementara Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Yang juga Kepala Program Studi Program Pascasarjana Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta bahwa Karya penelitian Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas banyak inovasinya, karena menekankan bahwa pendidikan menjadi pilar di era Refolusi Industri 4.0, dimana konsep pendidikannya akan berubah pada nilai yang berbasis masa kini, dengan ibadah yang kuat, akhak yang baik dan menguasai teknologi, tetapi orientasinya ke manajemen Syariah. (Wartadipuro).