REFORMULASI MODEL PEMBELAJARAN MADRASAH ALIYAH KEJURUAN BERBASIS DIGITAL, NADIAH RAIH GELAR DOKTOR

Nurul KRedaksi - Kamis | 05 Februari 2026 | WIB
REFORMULASI MODEL PEMBELAJARAN MADRASAH ALIYAH KEJURUAN BERBASIS DIGITAL, NADIAH RAIH GELAR DOKTOR
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

REFORMULASI MODEL PEMBELAJARAN MADRASAH ALIYAH KEJURUAN BERBASIS DIGITAL, PROMOVENDA NADIAH RAIH GELAR DOKTOR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DARI UID

Mahasiswa Program Pascasarjana (S3) Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta, Nadiah, yang telah melakukan penelitian tentang Model Pembelajaran Madrasah Aliyah Kejuruan Berbasis Digital di MA Kejuruan DKI Jakarta, telah mampu mengungkapkan karya penelitiannya, Reformulasi Model Pembelajaran Madrasah Aliyah Kejuruan Berbasis Digital di DKI Jakarta, sebuah karya akademik dengan mereformulasi pembelajaran khususnya mata pelajaran Agama Islam untuk menyiapkan lulusan Madrasah Aliyah Kejuruan berbasis Digital yang mampu mengembangkan kompetensinya dan siap menghadapi dunia kerja.

Usai dikukuhkan atas Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta, pada sidang Ujian Program Doktor Pendidikan Agama Islam (S3) Universitas Islam Jakarta, Kamis 5 Februari 2026 yang digelar di Aula Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta, Dr Nadiah menegaskan bahwa Madrasah Aliyah Kejuruan di Jakarta yang pembelajarannya 70% merupakan pelajaran Agama Islam, bagaimana agar pelajaran agama dapat terintegrasi dengan digitalisasi, dimana bagaimana mata pelajaran tersebut dapat di digitalisasikan.

Sehingga kita berharap sekolah-sekolah MA lainnya bisa meniru model pembelajaran yang bisa menjadi roolmodel, untuk sekolah lainnya yang belum berbasis digital, khususnya Madrasah Aliyah Kejuruan, karena saat ini eranya sudah era digital, sehingga dibutuhkan Integrasi Kurikulum dengan mengintegrasikan komponen digital ke dalam kurikulum pembelajaran di Madrasah Aliyah Kejuruan Unggulan Informatika (MAK UI) Jakarta. Kedua, Menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) yang yang berkolaborasi dengan beberapa pihak industri. dan ketiga, perlu adanya evaluasi dari kolaborasi antara sekolah dengan beberapa pihak industry.

Dan instrumen penilaian project tahap Implementation dilakukan melalui penerapan pembelajaran PjBL berbasis digital, kolaborasi peserta didik, pendidik, dan mitra industri, serta penerapan pembelajaran paperless. tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas, kelebihan, dan keterbatasan model pembelajaran yang dikembangkan. Sehingga dihasilkan bahwa revisi panduan pengembangan berhasil meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengimplementasikan model Project Bused Learning dalam pembelajaran di Madrasah Aliyah Kejuruan, ungkap Dr Nadiah.

Sementara usai menguji Mahasiswa Program Pascasarjana, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Yang juga Kepala Program Studi Program Pascasarjana Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta mengaku mengapresiasi Dr Nadiah dengan karya penelitian yang luar biasa dalam memperbaiki pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Kejuruan.

Dimana Dr. Nadiah mampu mereformulasi model pembelajaran yang digitalis, dimana pembelajaran telah menggunakan teknologi perangkat serta konten memanfaatkan teknilioligi digital, sehingga pembelajaran lebih fleksibel, interakgif dan inslusif. Dengan pengembangan kurikulum tersebut, peserta didik memiliki kemampuan lebih kreatif, komunikatif dan kolaboratif sehingga mereka bisa belajar dengan baik, namun demikian untuk pengajar juga diharapkan memiliki kesiapan knowledge serta skillnya dalam bidang digital, karena siswanya lebih imajinatif, dan diharapkan model pembelajaran ini bisa dikembangkan di seluruh Madrasah Kejuruan di Indonesia, harapnya.

Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. Rektor Universitas Islam Jakarta mengaku bersyukur hari ini Dr Nadiah mampu menyelesaikan tugas akademiknya dan menjadi alumni program Doktor Pendidikan Agama Islam UID yang ke 79, dan telah memberikan banyak inovasi, reformulasi yang berkaitan dengan pembelajaran Agama Islam yang berbasis digital.

Dan diharapkan dapat diserap oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah dalam peningkatan pendidikan kejuruan, baik di SMK maupun Aliah Kejuruan yang akan menerapkan sistem digital, baik materinya maupun proses pembelajarannya, untuk mengembangkan teknologi di era digital saat ini, dan Universitas Islam Jakarta akan siap memfasilitasinya, tegas Prof Raihan. (Wartadipuro).