Dua Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta Berhasil Raih Gelar Doktor PAI

Nurul KRedaksi - Jumat | 06 Februari 2026 | WIB
Dua Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta Berhasil Raih Gelar Doktor PAI
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Dua Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta Berhasil Raih Gelar Doktor PAI

Sidang Ujian Program Doktor Pendidikan Agama Islam (S3) Universitas Islam Jakarta, pada Kamis 5 Februari 2026 yang digelar di Aula Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta, kembali meluluskan 2 Mahasiswa Program Doktor (S3) PAI UID, dimana dua peserta Ujian, yaitu Promovenda Nadiah dan Promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas telah berhasil mempertahankan desertasi didepan Senat Sidang Terbuka dalam agenda Ujian Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID.

Dewan Penguji dalam Sidang Senat terbuka yang diajukan oleh Promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas untuk memenuhi salahsatu syarat ujian guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta tersebut diantaranya, Ketua Penguji Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. (Ka. Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Zaenun Kamal, MA (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr. Atabik Luthfi, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Syahrullah, M.P.d.I (Dosen Universitas Islam Jakarta) dan Penguji Eksternal, Prof. Dr. Rusmin Tumanggor.MA (Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta).

Promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas dengan desertasi penelitiannya dengan judul “Meneguhkan eksistensi manusia sebagai khalifah pada era revolusi industri 4.0 dalam perspektif pendidikan”, menekankan akan adanya Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 yang menghadirkan tantangan serius bagi pendidikan Islam, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), dalam membentuk karakter, identitas, dan kesadaran moral peserta didik.

Praktik PAI menurut Promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas masih cenderung berorientasi kognitif dan normatif, sehingga belum sepenuhnya mampu merespons krisis moral, spiritual, dan identitas digital yang ditandai oleh fragmentasi identitas, melemahnya empati, dominasi algoritma, serta rendahnya literasi dan etika digital. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara idealitas konsep pendidikan Islam dan realitas pembelajaran di tengah distrupsi teknologi.

Dari hasil penelitian tersebut mampu merumuskan konfigurasi konsep khalifah dalam perspektif pendidikan sebagai landasan filosofis pendidikan Islam di era Revolusi Industri 4.0, serta mengembangkan kerangka teoretis pendidikan berbasis nilai khalifah. Secara praktis, penelitian bertujuan merumuskan arah rekonstruksi pendidikan Islam dan strategi implementasi nilai khalifah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep khalifah perlu direkonstruksi sebagai orientasi konseptual dan praksis yang integratif, berlandaskan nilai Islam dan magasid al-syariah, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Rekonstruksi pendidikan Islam diarahkan pada integrasi sains, teknologi, dan etika keislaman, serta diimplementasikan melalui pengembangan diktat sebagai pelengkap pembelajaran, ungkap Promovendus Ahmad Zulfi Aali Dawwas.

Sementara Promovenda Nadiah, dalam hasil penelitiannya dengan judul “REFORMULASI MODEL PEMBELAJARAN MADRASAH ALIYAH KEJURUAN BERBASIS DIGITAL DI DKI JAKARTA”, Sebagai upaya untuk memperbarui sekaligus mengembangkan model pembelajaran Project based learning (PJBL) di Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) berbasis digital, Penelitian menggunakan pendekatan Kualitatif dan Metode R&D (Reseurch and Development) dengan Model Pengembangan ADDIE untuk mengembangkan model Pembelajaran Berbasis Digital di Madrasah Aliyah Kejuruan Unggulan Informatika (MAK UI) Jakarta. Tahapan ADDIE ini mencakup analis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.

Dan penelitian tersebut menunjukkan terdapat 3 aspek yang di refomulasikan, yaitu Integrasi Kurikulum dilakukan dengan mengintegrasikan komponen digital ke dalam kurikulum pembelajaran di Madrasah Aliyah Kejuruan Unggulan Informatika (MAK UI) Jakarta. Kedua, Menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) yang yang berkolaborasi dengan beberapa pihak industri.dan ke tiga adanya evaluasi dari kolaborasi antara sekolah dengan beberapa pihak industri.

Pada tahap Analysis dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi awal pembelajaran, kesiapan digital peserta didik dan pendidik, serta kebutuhan integrasi kurikulum dan dunia industri. Tahap Design difokuskan pada perancangan integrasi kurikulum berbasis digital, model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), dan evaluasi project digital kolaboratif. Tahap Development meliputi pengembangan perangkat ajar digital, model PjBL.

Dan instrumen penilaian project tahap Implementation dilakukan melalui penerapan pembelajaran PjBL berbasis digital, kolaborasi peserta didik, pendidik, dan mitra industri, serta penerapan pembelajaran paperless. tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas, kelebihan, dan keterbatasan model pembelajaran yang dikembangkan. Sehingga dihasilkan bahwa revisi panduan pengembangan berhasil meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengimplementasikan model Project Bused Learning dalam pembelajaran di Madrasah Aliyah Kejuruan, ungkap Promovenda Nadiah.

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Kepala Program Studi Program Pascasarjana Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta usai menguji Mahasiswa S3 UID, mengaku mengapresiasi Dr Nadiah dan Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas dengan karya penelitian yang luar biasa dalam memperbaiki pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah maupun Pendidikan Umum.

Dimana Dr Nadiah mampu mereformulasi model pembelajaran yang digitals, dimana pembelajaran telah menggunakan teknologi perangkat serta konten digital, sehingga pembelajaran lebih fleksibel, interakgif dan inslusif. Dengan pengembangan kurikulum tersebut, peserta didik memiliki kemampuan lebih kreatif, komunikatif dan kolaboratif sehingga mereka bisa belajar dengan baik, namun demikian untuk pengajar juga diharapkan memiliki kesiapan knolagenya serta skillnya dalam bidang digital, karena siswanya lebih imaginative, dan diharapkan model pembelajaran ini bisa dikembangkan di seluruh Madrasah Kejuruan di Indonesia, harapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. yang juga mengapresiasi Dr. Nadiah sebagai Lulusan Program Doktor yang ke 79 dan Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas sebagai lulusan ke 80 Universitas Islam Jakarta, dimana Dr Ahmad Zulfi Aali Dawwas yang dibesarkan dari keluarga Pesantren desertasinya sangat Filosofis, dan memiliki makna yang dalam sehingga Manusia sebagai Khalifah di muka bumi ini bisa dimaknai, dimengerti, dipahami dan bisa diimplementasikan di masyarakat, sehingga bisa memberikan manfaat yang besar, serta kebaikan bagi seluruh alam, ungkapnya. (Red).