PEPADI DKI Tampilkan Ki KP. H Gunarto Gunotalijendro, SH.MM Hibur Warga Bekasi dalam Memperingati Hari Wayang Nasional
Dalam Rangka memperingati Hari Wayang Nasional yang ke VIII, PEPADI DKI Jakarta menggelar "Konser Wayang Millennial Indonesia", dengan menampilkan Dalang Millenial, yang juga Duta Wayang UNESCO, Ki K.R.R.A. H Gunarto Gunotalijendro, SH.MM. dengan "Hanoman Takon Bopo", Konser Wayang Millenial digelar di Warakas Squsre, Pondok Ungu Permai Bekasi pada hari Sabtu (Malem Minggu) tanggal 7 November 2026.
Dan dipilihnya tanggal 7 November karena pada hari tersebut di tahun 2003, UNESCO secara resmi menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Budaya Takbenda Dunia), ungkap Suhardo Ketupan mewakili Ketua PEPADI DKI Jakarta, kepada wartawan.
Lebih jauh Suhardo menjelaskan bahwa Pergelaran Wayang Kulit Millenial tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap seni pewayangan yang sarat akan nilai moral, filosofi, dan kearifan lokal. Serta mendorong partisipasi masyarakat, generasi muda, dan insan seni untuk terus melestarikan serta mengembangkan warisan budaya bangsa, khususnya Wayang Kulit.
Serta sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk melestarikan, menjaga, dan merawat warisan budaya luhur yang telah diakui dunia (UNESCO), ungkapnya.
Sementara Ki K.P. H Gunarto Gunotalijendro SE.MM mengaku bersyukur dengan peran UNESCO yang telah mengakui Wayang Kulit dan Pemerintah sudah menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional, maka Wayang kulit dapat terus ngremboko, berkembang, tumbuh, dan maju. Baik di tanah air maupun mancanegara, ungkapnya.
Ki. K.P Gunarto Gunotalijendro dalang yang terkenal dengan salto sewengi ping seket ini, dalam pagelaran Hari Wayang Nasional itu bersinergi dengan PEPADI DKI Jakarta dan PEPADI Pusat.
Ki Gunarto Gaya bahasanya yang menyentuh penonton Milenial, mudah Dipahami juga piawai memainkan saat adegan perang ini terima dan enak dinikmati.
Apa yang diperankan Ki Dalang Gunarto ini ternyata salah satu trik untuk melestarikan Wayang Kulit di zaman sekarang. Sehingga pagelaran Wayang Kulit tetap eksis, digemari, dicintai, ditonton generasi muda hingga tuntas.
Ki Gunarto adalah yang juga Maestro Dalang Duta Budaya Unesco yang telah tampil di Eropa-Jepang, Amerika Serikat ini, new zaeland sangat fasih mendalang dengan bahasa Inggris, sehingga saat Pagelaran di luar negeri para penonton paham akan cerita lakon yang dimainkan.
Pertunjukannya semakin menarik dengan dukungan para Sinden, yang cerdas menembangkan bukan saja tembang paken pedalangan tetapi juga lagu-lagu berbahasa Inggris.
Melalui pertunjukan wayang hasil kolaborasi dengan berbagai komunitas masyarakat pecinta Wayang ini diharapkan semakin mempererat persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia bersama-sama melestarikan Budaya Nusantara Wayang Kulit Milenial. (Wartadipuro)








