Ajak Alumni Berbagi Pengalaman, TSM Bekali Kewirausahaan Siswa SMA Santo Kristoforus II

Nurul KRedaksi - Selasa | 09 November 2021 | WIB
Ajak Alumni Berbagi Pengalaman, TSM Bekali Kewirausahaan Siswa SMA Santo Kristoforus II
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Ajak Alumni Berbagi Pengalaman Berwirausaha, TSM Bekali Entreprenurshif Siswa SMA Santo Kristoforus II

Berbagi pengalaman menjadi seorang wirausaha sukses, yang sudah menjalani usaha dari modal kecil hingga berhasil mandiri, tentu menjadi pelajaran terbaik bagi setiap orang, karena dengan pengalamanya tersebut pasti memahami seluk beluk maupun bagaimana menghadapi kendalanya, termasuk bagaimana mencari modal usaha di awal-awal, mengurus perizinan yang rumit hingga mengisi SPT pajak, untuk itulah melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat, Trisakti School of Management mengajak para alumni TSM yang telah sukses berwirausaha, untuk berbagi pengalaman seluk-beluk dalam berwirausaha kepada Generasi Muda dan Generasi Z di SMA Santo Kristoforus II Jakarta Barat.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Trisakti School of Management (TSM), pada Selasa, 9 November 2021 tersebut, merupakan rangkaian dari seri kegiatan ekstra kurikuler (Ekskul) kewirausahaan yang sudah dilakukan sebelumnya, kalau pertemuan sebelumnya membahas “Membangun Ide Bisnis Berbasis Learn Canvas”, namun dalam pertemuan ini memfokuskan pada implementasi ide bisnis melalui “Sesi Sharing Pengalaman Berwirausaha dengan para Alumni TSM yang saat ini memiliki usaha sendiri”.

Sebagai Pembuka kegiatan, Moderator yang diwakili oleh Dosen TSM yakni Setia Tjahyanti, S.E., M.M., dengan paparan tentang pentingnya membangun ide bisnis melalui suatu perencanaan bisnis yang sederhana dimana pada umumnya untuk membangun suatu bisnis, seorang wirausahawan pasti memiliki banyak ide, namun salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana untuk mengubah ide tersebut menjadi suatu rencana bisnis.

Untuk memilih bisnis apa yang tepat, tentunya kita harus memilih bisnis yang sesuai dengan minat dan karakter kita. Untuk merancang ide bisnis, salah satu solusinya yakni kita bisa menggunakan lean canvas model. Business model ini berbentuk kanvas dan terdiri dari 9 kotak yang saling berkaitan. Kotak-kotak ini berisikan elemen-elemen penting yang menggambarkan bagaimana organisasi menciptakan manfaat bagi customer. Lean Canvas bukan hanya memudahkan ide yang rumit, tapi juga membantu menemukan informasi kunci yang diperlukan bisnis dengan mudah. Pendekatan yang digunakan lean canvas sangat efisien untuk bisnis, terutama saat membangun ide bisnis.

Dalam sesi sharing pengalaman berwirausaha ini, narasumber yang kita libatkan adalah dua orang Alumni TSM yang saat ini sudah berkiprah dalam usaha/ bisnis yakni Noviena Angela M.S yang mengembangkan produk bisnis dibidang kuliner kekinian, yakni Money Cake dengan nama brand "Cennie" dan Ahmad Andrean Chaniago yang mengembangkan jasa bisnis dibidang Creative Agency dengan nama brand “Sudut PandangCreativ-duo”.

Dalam pemaparan kedua Alumni tersebut, untuk memulai suatu usaha/ bisnis mereka mengembangkan suatu ide bisnis yang sederhana yang bisa dimulai dari adanya kebutuhan dari orang-orang yang ada di sekeliling kita, misalnya keluarga serta kondisi pandemi yang mengharuskan orang melakukan kegiatannya di rumah, sehingga memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif, yakni membuat cake dengan tren kekinian dengan menggunakan uang asli sebagai hiasan cake yang menginspirasi Noviena dalam membuat usaha kuliner kekinian yakni “Money Cake”.

Selain itu ide bisnis juga bisa dimulai dari adanya keresahan terkait kualitas BTS (Buku Tahunan Sekolah) merchandise yang dialami Andrean pada saat kelulusan di sekolah yang dirasa kurang nge-tren dan tidak menimbulkan kesan memorable bagi teman-temannya yang menginspirasinya untuk membuat bisnis kreatif dibidang jasa digital marketing and Advertising seperti pembuatan website/company profile, product Sales and development, social media activation, visual branding dll.

Selain ide dan inspirasi awal dalam membangun usaha/bisnis, sesi sharing pengalaman berwirausaha ini juga menjelaskan tentang bagaimana memulai dan menjalankan bisnis tersebut, bagaimana memiliki keunikan pada bisnis kita, tantangan/ hambatan yang dihadapi para pelaku bisnis, manfaat memiliki usaha/ bisnis sendiri serta tips dan strategi yang dapat diberikan dari pengalaman tersebut kepada audiens.

Dari pemaparan kedua Alumni TSM ini, banyak sekali pengalaman yang dapat kita pelajari terutama untuk menjadi seorang wirausahawan seseorang harus memiliki karakteristik seperti mau berusaha, percaya diri, berani mengambil resiko, serta kreatif dan inovatif dalam melihat peluang bisnis. Selain itu manfaat yang di dapat apabila kita berwirausaha adalah mempunyai keleluasaan dalam mengelola waktu, memiliki jaringan/network yang luas, memaksimalkan kapasitas dan kemampuan serta kompetensi diri, serta kesempatan mempelajari banyak hal.

Pelatihan yang diadakan pada tanggal 9 November 2021 dihadiri oleh sekitar 40 Siswa/i dan Guru SMA Santo Kristoforus II, dan mendapatkan sambutan positif dari para peserta pelatihan baik dari Guru maupun dari para siswa, dan hal tersebut memberi semangat lebih bagi Trisakti School of Management (TSM) untuk berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertemakan Kewirausahaan khususnya pada saat pandemi Covid-19 ini.

Komitmen ini ditunjukan dengan bersedianya TSM untuk melanjutkan pelatihan KWU ini di sesi berikutnya dengan mengangkat materi mengenai Lean Business Canvas Model yang akan membekali secara teknis bagaimana parasiswa parasiswa akan memulai bisnis.

Diakhir acara baik pihak SMA Santo Kristofours II maupun pihak Trisakti School of Management berharap dengan pelatihan ini akan muncul wirausahawan-wirausahawan baru yang mucul bahkah sejak dari bangku sekolah. (Red)