Magister Manajemen UID, Gelar Webinar Nasional "Pengembangan Ekonomi Syariah dengan Penguatan UMKM"

Nurul KRedaksi - Kamis | 26 Agustus 2021 | WIB
Magister Manajemen UID, Gelar Webinar Nasional
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Magister Manajemen UID, Gelar Webinar Nasional "Pengembangan Ekonomi Syariah dengan Penguatan UMKM"

Dalam upaya memberikan dukungan terhadap pemerintah untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), melalui dukungan Ekonomi Syariah, Universitas Islam Jakarta (UID) pada Rabu, 25 Agustus 2021, menggelar acara Webinar Nasional dengan tema "Pengembangan Ekonomi Syariah dengan Penguatan UMKM".

Dengan narasumber Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. (Rektor Universitas Islam Malang), Ir. H. Kokok Alun Akbar (Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia), Dr. H. Ahmad Kultur Hia, S.E.,M.M. (Founder & CEO PT. Meta Bright Vision), dan H. Ade Kosasih, S.E.M.Ak. (Founder & CEO Paramitra Medika Group) dengan Moderator Ade Suhendi, S.Pd.I.,M.M. (Kepala Divisi Penyiaran BM JIC).

Ketua Program Studi Magister Manajemen UID, Dr H Endang Saifuddin Mubarok S.Pd. MM, dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembicara yang dalam kesibukannya masih menyempatkan diri untuk membagikan ilmunya kepada para mahasiswa untuk memberikan materi dalam acara webinar ini. Dimana Ekonomi Syariah sudah menjadi bagian dalam sistem Ekonomi Nasional, dalam membangun kesejahteraan rakyat.

Melalui Webinar ini diharapkan menjadi penguatan pemanfaatan dan penguatan ekonomi digital sebagai bagian ekonomi nasional, bagi pertumbuhan ekonomi dan meraih peluang pasar. Dimana UMKM jumlahnya sangat banyak juga telah melikiki karyawan terbanyak, dengan jumlah konsumen potensial.

Webinar ini juga diharapkan mampu menggali pemikiran-pemikiran bagi pengembangan UMKM di seluruh wilayah Indonesia serta meningkatkan pengetahuan, profesionalisme dan manajemen bagi pengelolaan bisnis UMKM yang berkelanjutan, harapnya.

Rektor Universitas Islam Jakarta Prof. Raihan saat membuka webinar Pengembangan Ekonomi Syariah Dengan Penguatan UMKM, Magister Manajemen UID juga mengapresiasi kerja keras panitia webinar maupun para pembicara, dimana kegiatan webinar telah banyak dilakukan oleh Universitas Islam Jakarta dalam rangka memberikan informasi, baik dalam hal perkembangan tentang keadaan Indonesia maupun dunia, serta perkembangan ilmu pengetahuan yang keterkaitannya dengan aktivitas dalam bidang-bidang tertentu dengan melibatkan para pihak yang berkepentingan.

Dan kita bersyukur 50% penduduk Indonesia sudah menggunakan internet, sehingga dapat mengetahui perubahan-perubahan perilaku dalam aktivitas ekonomi bisnis termasuk UMKM, yang tentunya memberikan penguatan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

Sebagaimana data pemerintah bahwa UMKM yang jumlahnya 60 juta lebih, telah menyerap 91% tenaga kerja, hanya di tahun 2020 menurun. yang mana 40% sektor UKM terdampak dan menurun secara drastis bahkan ada yang berhenti serta menurunkan penyerapan tenaga kerja dari 91% ke 73%, sehingga banyak yang gulung tikar dan menjadi 34 juta di tahun 2020, yang mampu bertahan di masa pandemi covid 19. tentunya omzetnya turun.

Ada tiga dampak keuangan yang dirasakan oleh UMKM, pertama kesulitan membayar hutang, ke dua membayar biaya tetap dan ke tiga kesulitan membayar gaji karyawan. Baik UMKM di Jawa maupun di luar Jawa yang tersebar di 15 provinsi, tentunya ini menjadi petunjuk UMKM dalam upaya pemulihan secara nasional dan masa transisi pandemi covid 19, Sehingga melalui Webinar ini juga diharapkan para pembicara bisa memberikan solusi dan alternatif dengan plafon pengembangan ekonomi syariah dalam meningkatkan produktivitas UMKM, di masa yang akan datang. karena UMKM mempunyai peran bagi perekonomian nasional dan menjadi andalan dalam krisis ekonomi Indonesia khususnya, dan ekonomi dunia pada umumnya. semoga webinar ini bermanfaat bagi kita semua maupun masyarakat luas, papar Prof Raihan.

Kokoh Alun Akbar Direktur Bank syariah Indonesia, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, namun Perbankan Syariah masih rendah, dan ini sebagai peluang dan tantangan industri Perbankan Syariah. Sehingga Perbankan Syariah perlu kerja keras. Diakuinya dari sisi digital channel harus diakui bahwa konvensional lebih siap, Meskipun saat ini kami dari perbankan Syariah terus mengejar supaya tidak ketinggalan, minimal sama.

Kemudian dari sisi modal juga sama, rata-rata modal perbankan Syariah itu masih cukup rendah, kalau kita bandingkan dengan total modal perbankan konvensional, yang mencapai 1.383 Triliun, sementara perbankan Syariah hanya 48 triliun. Untuk itu dalam pengembangan ekonomi syariah perlu membangun partisipasi masyarakat dalam mendukung perbankan Syariah.

Demikian juga dalam peningkatan UMKM, perlu adanya Pola pembiayaan, pendampingan termasuk bantuan CSR dan pinjaman dana bergulir, serta mendorong perbankan dalam kerjasama UMKM saat ini, pengembangan UMKM juga harus di dukung kebijakan pemerintah melalui regulasi - regulasi.

Dan saat ini pihaknya terus mendukung UMKM melalui produk-produk perbankan syariah dalam pembiayaan pendampingan dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dengan prinsip-prinsip syariah dan dalam penyimpanan kita menggunakan sistem bagi hasil.

Sementara Dr. H Ahmad Kultur Hia. SE.MM dengan tema "Pengembangan Kemampuan Mengelola Bisnis UMKM" yang juga Alumni UID, Selaku founder dan CEO Meta Bright Vision menjelaskan, bahwa wa hari ini merupakan dirgahayu UMKM nasional. Usaha mikro dengan modal maksimal 50 juta, sementara usaha kecil asetnya antara 50 sampai 500 juta dan usaha menengah 500 juta sampai 10 miliar. Dan jumlah pengusaha UMKM tahun 2019 ini mencapai 64,2 juta UMKM, dan UMKM memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi masyarakat khususnya dalam penguatan Ekonomi Syariah.

Dan berpisah telah menyusun bahwa UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia jaringan tersebar di berbagai pelosok negeri yang merangkul dan menghidupkan potensi masyarakat luas, sehingga kehidupan mereka berkembang menjadi lebih baik.

Sementara program pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi covid 19 Saat ini adalah memberikan subsidi bunga pinjaman dan restrukturisasi kredit dan pemberian jaminan modal kerja serta insentif perpajakan yang mana alokasi dana skema tersebut mencapai ratusan trilyun rupiah. Maka apabila tidak bisa termanfaatkan dengan baik akan sangat disayangkan.

Untuk itu dalam membangun UMK perlu berorientasi pada perekonomian nasional peningkatan kualitas produk, dan peningkatan kompetensi SDM UMKM, karena harus diakui bahwa dalam pengembangan UMKM manajerialnya masih rendah. Bagaimana terus dilakukan upaya untuk dapat berkompetisi di pasar nasional maupun internasional salah satunya adalah memanfaatkan teknologi digital.

Dengan kondisi Pandemi Covid 19 saat ini, serta dalam pemulihan ekonomi, UMKM harus siap dengan adaptasi secara cepat dan tepat, hadapi masalah baru dengan peluang yang baru agar maju dan naik kelas.

Strateginya jaga kepercayaan penuhi janji kepada siapapun dan bagaimana bisa mendapatkan maupun memberikan informasi yang benar serta membangun kreatifitas yang unik, papar Dr. H Ahmad Kultur Hia. SE.MM.

Pembicara ketiga H Ade Kosasih. SE.M.Ak. Founder & CEO Paramitra Medika Group, mengungkapkan bahwa selaku praktisi dalam bisnis kesehatan Poliklinik praktek dokter 24 jam, mengungkapkan pengalamannya untuk menjadi bisnis sukses adalah bagaimana membangun manajemen usaha yang bagus dimana kita harus konsisten dengan kesabaran dan selalu memperbaiki kekurangan apalagi saat ini sudah mengalami perubahan teknologi, di mana kita masuk dalam teknologi digital Untuk itu kita harus bisa memanfaatkannya.

Di masa pandemi covid 19 Saat awal-awal tahun pertama, pertengahan tahun 2021 banyak rumah sakit yang gulung tikar bahkan mau di jual, namun di tahun kedua sudah ada peningkatan dengan mulainya banyak pasien yang memenuhi rumah sakit, dan sebagai pengusaha kami mengambil kesimpulan bahwa permodalan merupakan faktor utama termasuk dalam mengembangkan UMKM kalau saat ini masuk digital teknologi maka mau tidak mau kita harus bisa mengikuti hal tersebut kalau tidak kita bisa ketinggalan dan didukung manajemen yang baik serta pelayanan yang harus terus ditingkatkan, utamakan juga controlling dalam pengelolaan bisnis.

Kami pun siap memberikan masukan dan pendampingan jika ingin membuka UMKM bidang kesehatan seperti laboratorium maupun poliklinik yang sudah saya geluti, papar Dr. H Ahmad Kultur Hia. SE.MM. (Nrl)