UID Gelar Webinar Kiat-kiat Belajar dan Memilih Perguruan Tinggi

Nurul KRedaksi - Senin | 09 Agustus 2021 | WIB
UID Gelar Webinar Kiat-kiat Belajar dan Memilih Perguruan Tinggi
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

UID Gelar Webinar Kiat-kiat Belajar dan Memilih Perguruan Tinggi

Cita-cita yang merupakan harapan serta impian dan juga motivasi untuk mencapai target hidup, harus diraih dengan kerja keras serta kerja cerdas, dan untuk mewujudkannya, Universitas Islam Jakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan UID, pada Sabtu 7 Agustus 2021 menggelar Webinar Kiat-kiat Belajar dan Memilih Perguruan Tinggi, agar lulusan SMA/K atau MA dapat menentukan pilihan yang tepat, dalam memilih Perguruan Tinggi maupun program studi yang sesuai.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan selaku Keynote Speakers menegaskan, bahwa webinar hari ini untuk memberikan pencerahan bagi calon mahasiswa, maupun yang masih belajar di SMA/K, MA, dengan memperolah gambaran dari praktisi maupun yang berkompeten di perguruan tinggi, untuk nantinya memilih sebuah perguruan tinggi, serta Bagaimana belajar yang efisien, efektif dengan kiat-kiat yang sederhana, dan telah dijalankan oleh mereka yang sukses dalam menggapai pendidikan tinggi.

Prof Raihan juga mengapresiasi peserta yang jumlahnya 100 lebih, dan peserta merupakan wajah generasi Z, yang punya tantangan berat dalam belajar nantinya, karena kita tahu banyak faktor-faktor untuk memilih perguruan tinggi, sebagai jembatan dalam meraih cita-cita.

Sekjen Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah III Jakarta ini juga mengungkapkan, bahwa hari ini kita banyak di suguhi informasi luar biasa, dan tidak sedikit perguruan tinggi yang memberikan janji-janji muluk - muluk, serta tidak bisa dilihat secara nyata. Oleh karena itu dalam hal memilih perguruan tinggi, kita harus tahu dulu berapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sebagaimana data, perguruan tinggi terjadi turun naik di masa Pandemi, karena tidak sedikit perguruan tinggi swasta yang marger/bergabung menjadi satu. dan secara alamiah karena mahasiswanya tidak ada dan tertutup dengan sendirinya.

Saat ini lebih dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia dengan 25.000 program studi, Dalam perguruan tinggi ada 6 lembaga tinggi, ada Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi dan Komunitas. kalau kita ingin mencapai cita-cita, maka hari ini tentukanlah Perguruan Tinggi serta memilih program studi yang baik, sesuai dengan cita-cita serta keinginan maupun kompetensi yang ada, pintanya.

Dr M Yusro, Dosen UNJ yang juga alumni S2 UID dalam paparannya mengungkapkan, bahwa dalam kiat-kiat belajar kita bisa melihat contoh beberapa waktu lalu atlit Bulu Tangkis Indonesia dengan semangat yang tinggi mampu meraih Medali Emas pada Olimpiade Internasional di Tokyo Jepang, demikian juga Ratna, mahasiswa Kebidanan, dimana kedua orang tuanya Tuna Natra, namun bisa lulus dengan nilai kumlaut, demikian juga mahasiswi UNES bernama Reni dari keluarga kurang mampu, dimana ayahnya penggayuh becak dapat lulus dengan nilai kumlaut, IP 3,96. hingga mendapatkan beasiswa studi lanjut S2 hingga S3 di salahsatu Universitas di Inggris. Prestasi tersebut taklepas dari semangat untuk meraih prestasi yang bisa membanggakan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Dan untuk memilih perguruan tinggi, kita harus melihat perguruan tinggi yang memiliki visi dan misi masa depan, dengan sistem pembelajaran modern. dan Universitas Islam Jakarta (UID) merupakan kampus yang sudah menerapkan model pembelajaran modern.

Yang kedua Lihatlah Akreditasi Institusi maupun Akreditasi Program Studi yang akan kita pilih, baik pada perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, ini sangat penting. Di samping itu kita juga harus melihat kiprah alumni, di mana keberhasilan alumni bisa menjadi tolak ukur, seperti Universitas Islam Jakarta yang alumninya berkiprah luar biasa hebat-hebat.

Hal yang lain adalah lokasi kampus yang strategis, seperti Universitas Islam Jakarta yang berada di pusat kota, juga kualitas dosen harus dilihat, karena ini sangat menentukan mutu pembelajaran di dalam kampus, kita bisa melihat di website kampus tersebut, publikasi apa saja yang sudah dibuat oleh para dosen, Ini bisa juga menjadi pertimbangan.

Kemudian fasilitas-fasilitas lain termasuk biaya kuliah yang terjangkau dan beasiswa-beasiswa kampus, hal ini patut dipertimbangkan oleh para calon mahasiswa baru. ini semua harus diperhitungkan bagi calon mahasiswa, jika tidak diterima di perguruan tinggi negeri, maka perguruan tinggi swasta menjadi alternatif, tegasnya.

Sophia, M.Psi, Psikolog sebagai pembicara ke dua juga menegaskan, bahwa cita-cita seorang anak akan mulai terbentuk saat usia 12 tahun, hanya permasalahannya terkadang anak harus mengikuti keinginan orang tua, yang anaknya masuk kuliah sesuai dengan keinginan orang tua, karena orangtua terpengaruh oleh keberhasilan pihak lain. Jika hal tersebut terjadi maka akan muncul berbagai permasalahan di tengah perkuliahan di mana anak belum tentu betah dan nyaman menjalaninya.

Yang berdampak pada ada malas kuliah, malas mengerjakan tugas dan sering absen kuliah, hingga memilih cuti kuliah hal tersebut sangat tidak baik dalam menyelesaikan studinya.

Disamping itu terkadang dalam memilih kampus maupun program studi hanya karena ikut-ikutan teman untuk itu dalam memilih kampus maupun program studi calon mahasiswa baru harus punya wawasan dan kecerdasan agar nantinya tidak terombang-ambing dalam menyelesaikan kuliahnya, pinta Sophia, M.Psi.(Nrl).