x

PERNUSA NEWS

RAGAM INDONESIA

Selasa, 18 May 2021 - 11:41:07

Wujud Ungkapan Syukur Di Hari Kemenangan, LPPKI Jabar Gelar Halal Bi Halal

Reporter: Nurul K | Dibaca: 124 | JURNALKALTARA.com
Foto : Istimewa [PernusaNews/Redaksi]
Wujud Ungkapan Syukur Di Hari Kemenangan, LPPKI Jabar Gelar Halal Bi Halal

Tradisi Halal Bi Halal telah membentuk corak tersendiri didalam kehidupan masyarakat Indonesia, dimana Masyarakat Indonesia yang bersifat plural, yang beranekaragam dalam hal bahasa, budaya, dan suku-bangsa. Unsur-unsur tradisi masih melekat dapat dirasakan hingga sekarang, di antaranya tradisi acara Halal Bi Halal yang merupakan kekhasan dalam masyarakat Indonesia, Halal Bi Halal secara harfiah berarti saling mencairkan hubungan yang membeku sebelumnya. Dengan kalimat lain, Halal Bi Halal dapat berarti acara saling maaf-memaafkan antar sesama umat, hal tersebut juga dilakukan oleh Keluarga Besar Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia, (LPPKI) Wilayah Jawa Barat, dimana setelah melewati Ramadhan 1442 H, Keluarga Besar LPPKI melakukan Silaturahmi untuk saling maaf memaafkan, dan acara tersebut digelar di kediaman Ketua LPPKI Wilayah Jawa Barat, Pantas Siregar.

Disela Halal Bi Halal LPPKI Jawa Barat tersebut, Sekjen LPPKI Jawa Barat, Yunebi Rame, SH didampingi Bendahara, Meylina, SE mengaku bersyukur hari ini bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar LPPKI Jabar serta pengurus Kabupaten/Kota se-Jabar, dimana kami terus berkomunikasi dalam penyelesaian sengketa konsumen yang masih dalam proses, maupun evaluasi kinerja organisasi LPPKI Jawa Barat.

Dimana Laporan masyarakat ke LPPKI sangat signifikan, khususnya masalah sengketa dengan perbankkan, dimana banyak masyarakat yang tidak paham hukum, sangat dirugikan oleh pengusaha nakal, dan LPPKI yang didirikan atas anamat Undang-Undang nomor 8 tahun 2019, untuk melindungi masyarakat, yang dirugikan oleh pelaku usaha yang curang dalam hal ini, LPPKI Jawa Barat akan membela hak masyarakat konsumen, seperti saat mengambil kredit mobil, rumah dll.

Untuk kasus yang ditangani LPPKI Jawa Barat hampir 500 kasus, dan sebagian besar sudak terselesaikan, dan kita telah bisa membantu masyarakat, dan kedepan LPPKI Jawa Barat akan terus melakukan sosialisasi UU Perlindungan Konsumen tersebut, agar masyarakat tau akan hak dan kewajibannya, dan jika ada yang merasa dirugikan bisa melakukan pengaduan, dengan pendampingan hukum dari LPPKI, tegasnya.

LPPKI Jawa Barat mengecam keras dengan tindakan Leasing maupun Perbankkan yang menyerahkan penagihan kepada pihak ke tiga, yaitu Debt Colektor yang banyak berkeliaran di jalan-jalan, dengan mengambil paksa kendaraan mobil maupun motor masyarakat, hal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan hukum, sebagai tindakan perampasan yang tidak didasari oleh putusan pengadilan, seharusnya mereka menggunakan upaya mediasi secara persuasive, bukan mengambil paksa di jalanan, dengan intimidasi maupun kekerasaan, jika masih ada kejadian seperti itu, kami dari LPPKI Jawa Barat akan melakukan tindakan hukum dan berkoordinasi dengan Kepolisian pada pelaku pengambilan paksa di jalanan.

LPPKI juga akan mengadukan pihak Leasing maupun Perbankkan serta jasa keuangan lainnya yang masih melakukan tindakan melawan hukum seperti mengalihkan penagihan ke pihak ke tiga, Indonesia adalah negara Hukum, untuk itu Pemerintah harus memberikan sangsi dan tindakan tegas pada pelaku intimidasi dan tindakan paksa pada konsumen, termasuk yang memberi kewenangan tersebut, atau pencabutan ijin usaha mereka, papar Yunebi Rame, SH.

Andi Anggara, Ketua LPPKI Bekasi, juga menambahkan, bahwa untuk masalah konsumen wilayah Bekasi LPPKI telah menangani lebih dari 210 sengketa konsumen, dan sebagian besar atau 50% sudah tertangani, kami akan terus membantu masyarakat yang terkendala sengketa konsumen, seperti kasus kredit kendaraan, pinjaman koperasi, angsuran rumah, Bank keliling serta kasus pinjaman uang lainnya, banyak warga masyarakat yang dibodohi oleh pengusaha nakal, untuk itulah LPPKI Bekasi akan terus membuka pengaduan yang disebar melalui media sosial maupun sosialisasi ke warga Bekasi, kita akan bantu dalam penyelesaian, agar masyarakat tidak terbebani masalah hutan piutang, harapnya. (Pry).

NASIONAL·POLITIK·HUKUM· MEGAPOLITAN·DAERAH·EKONOMI· OLAH RAGA·HIBURAN·LIFESTYLE·