REAKSI CEPAT CRASH TEAM LANUD SUPADIO DALAM UPAYA PENYELAMATAN ACCIDENT DAN INCIDENT

Nurul KRedaksi - Kamis | 21 Oktober 2021 | WIB
REAKSI CEPAT CRASH TEAM LANUD SUPADIO DALAM UPAYA PENYELAMATAN ACCIDENT DAN INCIDENT
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

REAKSI CEPAT CRASH TEAM LANUD SUPADIO DALAM UPAYA PENYELAMATAN ACCIDENT DAN INCIDENT

Lanud Supadio menggelar latihan Crash Team sebagai upaya aksi penyelamatan pesawat yang mengalami accident/incident, untuk menghindari kerugian yang lebih besar baik personel dan materiil, latihan ini dilaksanakan di taxy way (E/F) Lanud Supadio, pada hari Selasa (19/10/2021).

Kasiopslat Lanud Supadio Letkol Pnb. Leo Dumatubun mengatakan, bahwa dengan diselenggarakannya latihan ini secara objektif, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan Crash Team Lanud Supadio dalam penanganan accident/incident pesawat Hawk-100/200 milik Skadron Udara I, merefresh dan meningkatkan kemampuan personel yang terlibat, seperti unsur SAR Paskhas, unsur medis, unsur Base Operation, unsur Pemadam Kebakaran dan unsur Pengamanan, kemudian kata Leo, dapat menyiapkan seluruh personel tersebut dan siap melaksanakan tugasnya apabila terjadi accident/incident di wilayah Lanud Supadio, tuturnya.

Dia juga menjelaskan tentang latihan crash team ini dilaksanakan langsung di lapangan, dengan skenario latihan yaitu simulasi pesawat Hawk Skadron Udara I mengalami hyd fail, anti skid fail diikuti fire warning light menyala, setelah landing di runway 15 hard breaking menyebabkan R/Main Whell deflated sehingga menyebabkan runway block dan pilot mengalami memar. Lebih jelasnya kasiopslat juga mengatakan diawali berita informasi dari Base Operation Dinas Operasi bahwa ada kejadian pesawat Hawk yang telah mengalami kecelakaan accident/incident kemudian sebagian pesawat terbakar, maka diperlukan reaksi cepat atau penanganan penyelamatan, yang pertama dilakukan adalah tetap mengutamakan fungsi Safety setiap unsur penugasan Crash team, dengan diawali fungsi tugas unsur Pemadam Kebakaran untuk mematikan api pada bagian pesawat yang terbakar, apabila kondisi engine pesawat masih hidup maka fungsi SAR melaksanakan shutdown engine, selanjutnya pilot pesawat yang berada di cocpit dievakuasi oleh SAR dari Yonko 465 Paskhas, kemudian melaksanakan Evakuasi Medis oleh Dukungan Kesehatan para tenaga medis RSAU dr. Mohammad Sutomo terhadap pilot untuk pertolongan lebih lanjut, tuturnya.

Adapun unsur Satpom, Intelijen, dan Penerangan Lanud Supadio melaksanakan fungsi tugas pengamanan alutsista dan mencegah kebocoran informasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang melihat atau mengupload terjadinya peristiwa tersebut, dalam latihan Crash Team ini jumlah personel yang terlibat sedikitnya 50 orang, pungkas Kasiopslat. (dens97_ penspo).