Pelatihan Pasar Modal TSM, Siswa SMA Kristoforus II Melakukan "Stock Valuation"

PriyonoRedaksi - Kamis | 14 Oktober 2021 | WIB
Pelatihan Pasar Modal TSM, Siswa SMA Kristoforus II Melakukan
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Pelatihan Pasar Modal TSM, Siswa SMA Kristoforus II Melakukan "Stock Valuation"

Trisakti School of Management (TSM) Menindaklanjuti kerjasama dengan SMA Kristoforus II, kembali menggelar pelatihan pasar modal, jika sebelumnya mengupas seputar dunia investasi kepada siswa/i di SMA Kristoforus II, kini TSM kembali melanjutkan kegiatan pengabdiannya pada hari Senin, 11 Oktober 2021. Dengan titik fokus pembelajarannya tertuju kepada komponen-komponen Stock Valuation yang sebenarnya juga merupakan bagian dari dunia investasi itu sendiri. Materi tersebut dikemas tuntas oleh Bapak Yupiter Gulo, S.E., M.M., CRP., CHRA. dan Bapak Beny, S.E., M.B.A., RSA., CRP., CFP., selaku dosen TSM.

Pelatihan Pasar Modal juga bertujuan untuk memberikan pendidikan dan latihan investasi dengan pasar modal melalui metode yang mudah.

Dan kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan output generasi muda yang cerdas dan menanamkan jiwa berinvestasi sejak dini, sehingga dapat mengetahui berbagai jenis investasi dan tidak terjerumus dalam investasi yang bodong. Selain itu agar kalangan muda sudah siap sejak dini untuk mewujudkan tujuan finansial dimasa yang akan datang.

Kegiatan pengabdian memang sudah menjadi tanggung jawab yang diemban oleh TSM. Semoga kegiatan ini semakin meningkatkan literasi tentang dunia pasar modal bagi kaum muda. Akhir kata, sampai jumpa dalam kegiatan pengabdian berikutnya dan teruslah mengabdi demi bangsa dan negara!

Sebagai pembuka, Bapak Yupiter Gulo, S.E., M.M., CRP., CHRA melakukan review sedikit tentang materi yang sudah disampaikan pada pertemuan lalu. “Investasi itu dilakukan supaya uang yang kita miliki tidak sia-sia. Kita sendiri melakukan investasi untuk melawan arus inflasi,” ujarnya. Setelah itu, materi langsung disampaikan oleh Bapak Beny, S.E., M.B.A., RSA., CRP., CFP. Agar tak memberikan kesan yang rumit, dosen pengabdi kerap membahas materi tersebut secara sistematis dan komprehensif dengan memberikan bukti-bukti nyata terkait materi yang disampaikan.

Materi diawali dengan pengenalan karakteristik yang membedakan antara debt dan equity. “Kalau di hutang kita tidak punya hak suara, sedangkan kalau di saham kita punya hak suara. Hak suara itu seperti yang dimiliki oleh pemegang saham, kita bisa ikut mengambil kebijakan perusahaan,” ujarnya. Sebagai pelaku dalam dunia pasar modal, narasumber juga memberikan persepsi singkat untuk menumbuhkan keputusan yang bijak ketika hendak mengambil keputusan investasi. Beliau menjelaskan bahwa kondisi ideal terjadi ketika harga pasar yang ditawarkan lebih rendah daripada nilai intrinsiknya. Oleh karenanya, ketika hal tersebut terjadi investor disarankan untuk mengambil keputusan buy (membeli).

Menjelang akhir dari pertemuan ini, narasumber mengajak partisipan agar turut andil dalam mengimplementasikan rumus yang dijelaskan untuk memecahkan soal-soal sederhana seputar stock valuation. Walaupun masih duduk di bangku SMA, hal ini tidak menghalangi antusias mereka dalam memberikan jawaban terbaiknya. Kegiatan pengabdian ditutup dengan quiz kecil dan sesi tanya jawab. (Red).