Kuliah Perdana Mahasiswa Baru, STP Trisakti Bekali Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

Nurul KRedaksi - Sabtu | 09 Oktober 2021 | WIB
Kuliah Perdana Mahasiswa Baru, STP Trisakti Bekali Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Kuliah Perdana Mahasiswa Baru, STP Trisakti Bekali Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

Sebagaimana keharusan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui Program Kehidupan Kampus serta untuk mendapatkan pelayanan akademik di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti), dan memahami Program Pemerintah, yang dikenal dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pada Sabtu 9 Oktober 2021, digelar kuliah perdana bagi Mahasiswa Baru STP Trisakti, Tahun Akademik 2021 – 2022, dan kegiatan kuliah umum ini digelar secara Daring/Online dengan zoom meeting.

Ketua Yayasan Trisakti, Mayjen TNI (Purn) KPAH. Dr. Bimo Prakoso dalam kesempatan tersebut berkesempatan memberikan bekal tentang Wawasan Kebangsaan, serta menekankan akan Cinta Tanah Air, sebagaimana Sumpah Pemuda, kita telah bersumpah untuk Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. dan sebagai mahasiswa STP Trisakti harus bisa menjadi yang terbaik, untuk menjadi pemenang, Mahasiswa STP Trisakti harus bisa jadi Harimau, dan jangan jadi kambing, dasarnya adalah harus memiliki kompetensi untuk mewujudkan cita-cita nasional masyarakat yang adil makmur berdasarkan Pancasila.

Para Mahasiswa STP Trisakti agar menjadi orang-orang Indonesia yang mencintai NKRI, dan siap berjuang dengan cara belajar yang baik, sehingga saat nanti menjadi pimpinan, agar berpegang teguh kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, juga jangan korupsi, sehingga turut serta mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menciptakan perdamaian dunia. dan STP Trisakti turut terlibat dalam hal tersebut sebagaimana tujuan Yayasan Trisakti, yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dengan mencetak SDM yang unggul di bidang Pariwisata.

Sebagai warga negara Indonesia, kita harus menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, dan tidak boleh membeda-bedakan suku, ras maupun agama, dimana NKRI terdiri dari 17.000 pulau lebih, dan ini tidak dimiliki oleh negara lain, dimana negara kita memiliki wilayah yang luas dan sumber daya alam melimpah, kita telah bersepakat menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pilihan adik-adik mahasiswa baru, untuk kuliah di STP Trisakti sudah sangat tepat, karena STP Trisakti merupakan sekolah tinggi pariwisata yang unggul, yang sebentar lagi akan menjadi institut.

Dalam kesempatan tersebut KPHA Dr. Bimo Prakoso juga meminta mahasiswa, untuk benar-benar menjadi mahasiswa yang baik dan tidak usah berpolitik, utamakan kerja keras dan jujur. STP Trisakti sudah bekerjasama dengan universitas dari negara lain, dan kita harus berkelanjutan dan keberlangsungan, antara sosial, ekonomi dan lingkungan, dengan ekosistem yang ada. untuk itu harus dijaga keseimbangannya.

Kita hidup harus saling membantu dan bergotong-royong, yang kaya harus memperhatikan yang kurang mampu, dan tidak boleh ada yang kelaparan, demikian juga STP Trisakti juga membantu daerah yang tertinggal, salah satu contoh warga Cibuntu, Jawa barat. yang dahulu masyarakat pekerjaannya mencari kayu, namun kini sudah berusaha dan bekerja di sektor Pariwisata, dengan memanfaatkan semua sumber daya alam yang ada, sebagai desa wisata binaan STP Trisakti. Dan kita saat ini berada pada Era Revolusi Industri 4.0, yang sebentar lagi masuk era 5.0, untuk itulah STP Trisakti juga sudah menambah prodi baru Digitalisasi, yang nantinya akan mendukung lulusan yang siap kerja maupun usaha secara digital, tegas KPAH Dr. Bimo Prakoso.

Sementara dalam kuliah perdana yang dibawakan Pembicara Kuliah Perdana Mahasiswa Baru STP Trisakti, Dr Sarfilianty Anggiani, Dosen Universitas Trisakti, Prodi Ekonomi Bisnis yang juga Konsultan, dalam paparannya dengan tema “Kiat Melayani Dengan Hati”, meminta pada para Mahasiswa bisa menjadi “Pelayan”, dengan mempunyai kemampuan kerja yang baik untuk melayani pelanggan, salah satunya adalah keramahan dalam melayani. Serta bagaimana membuat suatu kenyataan dan fakta melayani dengan hati.

Melayani dalam arti kesadaran diri kita ingin punya keinginan membantu orang lain, atau memberikan diri kita untuk menolong dan membantu orang lain. Dan keberhasilan suatu pelayanan sangat tergantung dengan keberhasilan dari seseorang memberikan pelayanan, maka kita akan melihat bagaimana orang yang kita layani dan kita melayani dengan hati yang terbuka, untuk itu harus dimulai dari kesadaran diri, bahwa kita ini adalah seorang pelayan, dimana pola pikir kita harus positif, sehingga membuat orang tidak berpikir negatif terhadap kita, untuk itu harus mau melakukannya dengan rasional. Untuk itu kita harus berupaya bagaimana pelanggan terpuaskan dengan pelayanan kita.

Bagaimana pelanggan terpuaskan dengan pelayanan kita, perhatikan dan simak dengan baik saat melayani jangan bermain atau menggunakan HP, kredibilitas layanan juga bisa ditunjukkan dengan penampilan, agar bisa memberikan keyakinan kepada seseorang, bahwa kita ini professional, apakah itu seragam dan dan sikap maupun tingkah laku dalam membangun kredibilitas pelayanan, dalam melakukan pekerjaan kita juga harus bahagia, sehingga pelanggan juga turut merasakan kebahagiaan tersebut, dengan menggunakan hati dan kita harus berupaya meminimalisir komplain baik komplain dari atasan maupun masyarakat yang kita layani, untuk itu kita harus memberikan pelayanan yang baik sehingga nantinya orang akan datang kembali karena terpuaskan dengan pelayanan kita, paparnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, Prof Agus Setyo Budi, juga banyak memaparkan akan program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, dalam upaya mencetak SDN unggul dalam segala hal dan produktif, serta mampu mengantisipasi segala perubahan, dan untuk menjadi Generasi Unggul maka para mahasiswa harus menyiapkan penguasaan teknologi, literasi dan penguasaan bahasa dengan baik.

Dan untuk menghasilkan SDM kompetensi berbagai bidang ilmu, maka mahasiswa harus memiliki penguasaan manajemen yang baik, dan di STP Trisakti, para mahasiswa nantinya akan dapat mengembangkan, tinggal persoalannya mau atau tidak, karena dosen-dosennya “gaul”, serta mau mengarahkan para mahasiswa, untuk persaingan agar kompetitif, yang diperlukan kecepatan yang prima dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat sekali, tegasnya.

Untuk itu dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, maka hak belajar mahasiswa juga diberi kemerdekaan, dimana nantinya mahasiswa bisa belajar tiga semester di luar program studi yang sudah dipilih saat ini, dimana satu semester masih di dalam kampus, yang 2 semester bisa di luar kampus, bahkan bisa keluar negeri ke perguruan tinggi yang sudah bekerjasama dengan STP Trisakti, dan STP Trisakti sudah running di 8 program unggulan, silakan menggali mana yang sesuai karakteristik mahasiswa, papar Prof. Agus Setyo Budi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati, SE,MM juga bersyukur dan mengucapkan terimakasih pada Prof. Agus Setyo Budi, yang dalam kesibukannya masih bisa menyempatkan untuk bertegur sapa dengan mahasiswa STP Trisakti, dan sebagaimana program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, STP Trisakti telah menerima 11 Mahasiswa dari 6 kampus lain, dan STP Trisakti juga akan mengirimkan 13 mahasiswa ke Perguruan Tinggi lain di Jakarta maupun daerah lain, sehingga diharapkan dengan pertukaran mahasiswa tersebut, akan dapat membuka wawasan mahasiswa, ungkapnya. (Nrl)