SPKKL Sambas Kembali Evakuasi 11 Korban Kapal Tenggelam di Perairan Kalbar

Nurul KRedaksi - Rabu | 21 Juli 2021 | WIB
SPKKL Sambas Kembali Evakuasi 11 Korban Kapal Tenggelam di Perairan Kalbar
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

SPKKL Sambas Kembali Evakuasi 11 Korban Kapal Tenggelam di Perairan Kalbar

Sambas, Selasa 20 Juli 2021 (Humas Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) --- Tim SAR Gabungan yang terdiri dari SPKKL Sambas, Basarnas Sintete, Ditpolair Polda Kalbar dan Posmat TNI AL Pemangkat berhasil mengevakuasi kembali 11 korban kapal tenggelam di perairan Kalimantan Barat, Selasa (11/7/21).

Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi 9 sudah tidak bernyawa dan 2 masih hidup. Seluruh korban langsung dibawa ke RSUD Pemangkat untuk identifikasi bagi korban meninggal dan perawatan yang masih hidup.

Memasuki hari ke-7 operasi SAR, upaya pencarian terus dilakukan. Kali ini Tim SAR Gabungan berhasil evakuasi korban berawal dari laporan yang diterima posko SAR di SPPKL Sambas dari Atong dan Akel pukul 07.53 WIB.

Akel yang pada saat itu sedang berlayar menggunakan KM. Nusantara Kita 3 melihat sesosok mayat terombang-ambing ditengah lautan sedangkan Atong saat berlayar menggunakan KM. Wirangga juga melihat 10 korban dengan 8 sudah tidak bernyawa dan 2 masih hidup. 2 korban selamat langsung dapat dievakuasi sedangkan 8 korban tidak dapat dievakuasi karena kondisi tubuh korban.

Menyikapinya laporan yang diterima, Kepala SPKKL Sambas Letkol Bakamla Arief Purwantono, S.E., langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Ditpolair Polda Kalbar dan Posmat TNI AL untuk melaksanakan evakuasi.

Upaya pencarian menggunakan unsur RIB 002 milik Basarnas. Tim SAR gabungan melaksankan proses penyisiran disekitar perairan Kalbar berdasarkan informasi yang diterima dengan terus melaksanakan komunikasi dengan pelapor. Tidak menunggu waktu lama, Tim SAR gabungan berhasil menemukan 9 korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Sebagaimana diketahui, badai yang terjadi di perairan Kalimantan Barat pada Rabu (13/7) dan Kamis (14/7) sempat mengakibatkan 17 kapal dilaporkan menghilang dengan rincian 14 kapal Nelayan, 2 Tugboat, dan 1 Yacht dengan perkiraan 138 orang berada di dalam kapal-kapal tersebut.

Autentifikasi : Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, S. T., M. M., M. Tr. Hanla.