Tingkatkan Kualitas dan Pelayanan Kader Posyandu, TSM Gelar Pelatihan Gizi Keluarga dan Ekonomi Ruma

Nurul KRedaksi - Minggu | 18 Juli 2021 | WIB
Tingkatkan Kualitas dan Pelayanan Kader Posyandu, TSM Gelar Pelatihan Gizi Keluarga dan Ekonomi Ruma
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Tingkatkan Kualitas dan Pelayanan Kader Posyandu, TSM Gelar Pelatihan Gizi Keluarga dan Ekonomi Rumah Tangga

Di tengah situasi pandemi saat ini, pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui, anak usia balita, dewasa usia produktif sampai dengan usia lanjut tetap harus diupayakan dengan optimal melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh para kader Posyandu pada berbagai Puskesmas di seluruh wilayah Indonesia.

Trisakti School of Management (TSM) yang memiliki kampus di Bekasi tidak tinggal diam pada situasi ini dan melakukan berbagai upaya untuk dapat turut berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan serta masyarakat di sekitar kampus, karena berdasarkan data dari Pusat Informasi & Koordinasi COVID-19 provinsi Jawa Barat, kota Bekasi menduduki posisi kedua tertinggi setelah kota Depok untuk kasus Covid -19.

Wujud nyata kontribusi kampus yang telah berdiri sejak tahun 1974 ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan terkait dengan gizi keluarga serta peningkatan ekonomi rumah tangga ibu - ibu kader posyandu di Puskesmas Bojong Menteng yang terletak tidak jauh dari kampus TSM. Kegiatan yang mengangkat tema "Peningkatan Kualitas Kader Posyandu melalui Pelatihan Gizi Keluarga dan Ekonomi Rumah Tangga", dilaksanakan pada Sabtu, 17 Juli 2021 secara daring.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Trisakti School of Management, Dr. Klemens Wedanaji Prasastyo, S.E., M.M., menyampaikan, bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program rutin dari lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau lingkungan di sekitar kampus.

Pada kegiatan kali ini, TSM berharap dapat menambah wawasan serta pengalaman ibu - ibu kader Posyandu Bojong Menteng, terkait dengan gizi keluarga serta meningkatkan motivasi dalam mengelola keuangan rumah tangga mereka. walaupun di tengah keterbatasan situasi serta kendala ekonomi yang terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Kepala UPTD Puskesmas Bojong Menteng, Bekasi, Nina Febriany, S.Farm., Apt., M.K.M., menyampaikan harapannya, agar kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh TSM dapat dilaksanakan secara rutin dan melibatkan lebih banyak lagi ibu - ibu kader Posyandu yang lain untuk dapat memperoleh wawasan, pengalaman, serta motivasi yang sama dengan peserta kegiatan kali ini.

Sementara Sekretaris P3M Trisakti School of Management, Nuno Sutrisno, S.E., M.M., CRP., CMA. Juga mengaku menyambut baik harapan Nina Febriany, S.Farm., Apt., M.K.M, dan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mewujudkannya.

Narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini adalah dr. Lucia Maya Savitri, MARS yang menyampaikan berbagai hal terkait dengan gizi keluarga, serta Nurti Widayati, S.H., M.H., CHRA., Erika Jimena Arilyn, S.E., M.M., CRP., CPF., CFP., Irma Satya Indriyanti, S.E., M.M., dan Denta Felli Ananda, S.E., M.B.A., CHRA., yang menyampaikan materi mengenai ekonomi keluarga ditinjau dari sisi pemasaran produk yang dapat dihasilkan oleh ibu - ibu kader Posyandu melalui kemampuan serta kreativitas yang mereka miliki, serta pengelolaan keuangan rumah tangga untuk dapat menunjang kegiatan mereka di rumah dan pelayanan di Posyandu, sehingga dapat menghasilkan kader Posyandu yang inovatif dan mandiri serta dapat diandalkan oleh masyarakat.

Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait dengan komposisi gizi yang tepat untuk ibu hamil dan menyusui, anak balita, serta orang tua usia lanjut. Pertanyaan juga meliputi hal yang sebaiknya dilakukan kepada penderita Covid-19 agar tetap memiliki selera makan, penderita penyakit tertentu agar dapat cepat pulih, serta berat badan ideal yang sesuai dengan usia, mulai dari anak - anak sampai dengan usia lanjut. Berbagai pertanyaan juga diajukan oleh para peserta pelatihan terkait dengan cara mengemas makanan yang mereka hasilkan agar memenuhi standar kesehatan serta menarik untuk dijual dan cara memperoleh ijin halal untuk produk makanan dan minuman. Kegiatan pelatihan yang sedianya dilaksanakan dalam waktu 2 jam berakhir lewat dari waktu yang ditentukan.

Sebagai penutup, Nuno Sutrisno, S.E., M.M., CRP., CMA. menyampaikan komitmen TSM untuk terus mengambil peran dalam mengembangkan motivasi ibu - ibu kader posyandu di Indonesia melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dimana nantinya kegiatan ini dapat diselengarakan di posyandu - posyandu lainnya di wilayah Bekasi dan wilayah lainnya. (Red).