Unindra Kembali Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru S1 dan S2, Perkuliahan Masih Online

Nurul KRedaksi - Jumat | 30 April 2021 | WIB
Unindra Kembali Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru S1 dan S2, Perkuliahan Masih Online
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Unindra Kembali Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru S1 dan S2 Secara Online, Perkuliahan Masih Dilakukan Secara Daring

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021 – 2022 bagi Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) akan segera dibuka, dan mengingat jumlah orang terkonfirmasi Positif Virus Corona atau Covid 19 di Indonesia, khususnya di Jakarta kembali mengalami kenaikan cukup tinggi di bulan April 2021 ini, maka Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta, akan tetap masih menggunakan proses perkuliahan secara online dalam jaringan (Daring). Sementara untuk pembelajaran tatap muka masih menunggu kebijakan Pemerintah.

Rektor Unindra, Prof H Sumaryoto menjelaskan, bahwa seluruh proses Akademik di Unindra sudah dilakukan secara online, mulai dari Penerimaan Mahasiswa Baru, Proses Administrasi, Perkuliahan hingga Ujian, bahkan untuk penyampaian Ijasah diberikan melalui jasa PT. POS Indonesia. untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Semester Ganjil untuk Program Sarjana (S1) serta Program Magister (S2) kini sudah mulai dibuka sejak 26 April 2021, calon mahasiswa Unindra bisa mengakses secara Online di link daftar.unindra.ac.id dan calon mahasiswa bisa memulai mengisi isian yang diminta dan akan memperoleh kartu ujian seleksi. Karena jumlah penerimaan mahasiswa dibatasi sekitar 10 ribu mahasiswa baru sesuai kuota yang ada, kita berharap lulusan SMA/K serta MA untuk bisa seawal mungkin melakukan pendaftaran online, pintanya.

Proses pembelajaran online di Unindra juga menggunakan beberapa metode, hal tersebut disesuaikan antara dosen dengan mahasiswa, karena jaringan internet di Jabodetabek pada kenyataannya juga tidak stabil, ini mempersulit proses pembelajaran jarak jauh. Sehingga beberapa fasilitas kuliah online digunakan dan menyesuaikan sistem yang baik, seperti Google Classroom, Google meet, Platform zoom, Website, Instagram atau menggunakan aplikasi yang tersedia dan bisa di download serta bisa mendukung pembelajaran jarak jauh antara dosen dengan mahasiswa, semua berpulang dari dosen masing-masing program studi.

Untuk jatwal kuliah secara online tidak jauh berbeda dengan ofline atau saat masih kuliah tatap muka, hanya saja proses pembelajarannya belum lagi tatap muka, dan masih dengan sistem e-learning, materi kuliah yang sudah disiapkan dosen bisa di download, dan melalui Daring mahasiswa bisa berinteraksi dalam presentasi, tes formatif, tanya-jawab hingga pemberian tugas. Dengan kuliah online justru memiliki kelebihan, karena tidak lagi terkendala tempat maupun waktu, dan materi kuliah bisa di pelajari mahasiswa berulang-ulang, ungkapnya.

Untuk pembelajaran online atau Daring, untuk tingkat Perguruan Tinggi menurut Prof Sumaryoto sudah tidak ada masalah, karena bagi lulusan SMA/K sudah menguasai teknologi internet, dan mereka sudah melekat dengan teknologi ITE tersebut, berbeda dengan peserta didik tingkat dasar (SD), yang masih membutuhkan pendampingan orang tua, dan belum menguasai teknologi informatika, belum lagi sarana pendukung seperti Laptop, HP Android hingga jaringan internet yang belum merata atau belum stabil, disinilah menurut saya Pemerintah sebaiknya mencarikan solusi proses belajar mengajar tatap muka bagi siswa sekolah dasar, harapnya.

Saat disinggung akan beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mahasiswa Unindra sudah memanfaatkannya dengan baik, dimana setelah menjadi mahasiswa Unindra mereka mengajukan beasiswa ke pemerintah sesuai persyaratan yang di wajibkan, hingga hari ini sudah 15.000 lebih mahasiswa yang menerima beasiswa, termasuk bantuan uang kuliah bagi mahasiswa terdampak Covid 19, baik semester 3, 5 dan 7, dengan nilainya yang berbeda-beda sesuai kegiatan mahasiswa maupun program studinya, per-semester mencapai 2,4 juta.

Menanggapi program peningkatan Riset atau penelitian bagi Dosen yang menjadi program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Prof Sumaryoto juga mengaku bahwa selama ini program tersebut sudah dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Unindra, hibah dana riset tiap tahun juga diterima dosen Unindra, pihak kampus membantu menyiapkan untuk persyaratan pengajuan, namun penilaian dan penetapan hibah untuk penelitian ditentukan oleh pemerintah, dan kita bersyukur karya penelitian para dosen Unindra tiap tahun jumlahnya meningkat, tegasnya. (Nrl)