Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi Kami dimanusiakan Presiden RI.

Nurul KRedaksi - Sabtu | 20 Juni 2020 | WIB
Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi Kami dimanusiakan Presiden RI.
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi Kami dimanusiakan Presiden RI.

Oleh : KP Norman Hadinegoro,SE,MM.

Di jaman Presiden Jokowi, kekuasaan menjadi begitu akrab dan dekat.
Presiden bukan lagi posisi setengah dewa. Dia hadir di tengah rakyat. Dia tampil dalam dengus kehidupan rakyat.

Istana yang megah itu, kami diperbolehkan masuk, tentu hanya bisa mimpi bagi rakyat kecil tapi mimpi itu menjadi kenyataan. Itulah kenangan kami saat halal bihallal idul fitri setahun yang lalu kami membaur ingin salaman dengan Pak Jokowi. Ada yang Berbaju kaos seadanya, ada yang pakai baju Batik dan Jas, ada yang celana pendek dan bersandal jepit. Ada juga yang membawa serta topi capingnya. Mereka berjajar memasuki istana Bogor tapi Hanphone, Camera harus dititipkan di Paspanpres.

Wajahnya semua sumringah kayak seperti mimpi. Mungkin ini adalah momentum seumur hidup orang kecil. Dari pengayuh becak sekitar Istana Bogor suka melalui istana yang megah itu sambil mengayuh becaknya. Mengantarkan penumpang. Mencari rezeki Bisa masuk Istana lho.?

Serombongan Orang dari tukang becak, pedagang kecil, Pejabat, Relawan, datang bahkan dengan pakaian seadanya. Diterima Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan pemimpinya di hari raya, hari besar.

Saya terharu. Ternyata tukang becak seperti saya bisa juga masuk ke istana Presiden, ujar Ending, tukang becak yang biasa mangkal di pasar sekitar Bogor.

Sekitar 2000 orang lainnya bersalaman dengan Presiden Jokowi, mengucapkan selamat hari raya, menjejekan kaki di istana.
Kami dimanusiakan. Sama dengan tamu lainnya. Kata salah seorang pedagang kecil dan para Relawan.

Saban tahun Presiden Jokowi selalu menggelar open haouse. Hanya tahun ini tidak dilakukan karena covid 19. Biasanya Open house digelar di istana negara Jakarta dan bogor. Biasanya serombongan pedagang kaki lima dan petugas kebersihan, Pejabat Relawan membaur dalam acara itu.
Basa-basi dan protokoler berbusana tidak berlaku. Rakyat bisa hadir dengan wajahnya yang asli. Diterima sebagai manusia, sebagaimana layaknya seorang tamu. Bersama Ibu negara, Presiden Jokowi menyalami mereka satu per satu.
Ini bukan kali pertama tapi sering teramat sering.

Kami ingat beberapa tahun lalu Ketika pernikahan Gibran di Solo, Presiden juga menerima Relawan, Pejabat, para tukang becak di atas pelaminan. Mereka datang bercelama pendek dan handuk kecil masih melingkar di leher. Menyalami Presiden, ibu negara dan kedua mempelai.
Jokowi menyambutnya dengan akrab tampa sekat. Sebab mereka adalah para tukang becak yang sering mangkal di sekitar rumah pribadinya di Solo. Mungkin saja diantara mereka adalah saksi hidup begaimana Gibran, Kahiyang dan Kaesang tumbuh.

Ketika mereka hadir sebagai tamu undangan diacara pernikahan anak seorang Presiden, berbaur dengan para elit undangan lainnya, tidak ada beda. Semua adalah tamu. Dan tuan rumah yang baik wajib memperlakukn tamu dengan baik.

Gibran sebagai anak seorang Presiden negara besar ini. Diajarkan mandiri tidak boleh minta fasilitas hanya seorang pedagang martabak, usaha pisang goreng yang mencari nafkah untuk keluarganya.
Mungkin ini revolusi mental dan Sumber Daya Manusia memang sedang dibangun Presiden Jokowi. Dimulai dari keluarganya. Di mulai dari anak-anaknya. Dan itu ditampilkan dengan jelas ke hadapan publik. Sebuah kisah anak seorang Presiden yang harus berjuang menghidupi kekuarganya sendiri.

Beberapa tahun lalu kita juga mendengar Putri Jokowi, yang bercita-cita jadi pegawai negeri di Pemda Solo, ternyata tidak lolos seleksi. Meski anak seorang Presiden, ketika tesnya tidak mencapai hasil memuaskan, Kahiyang Ayu harus merelakan mengubur mimpinya jadi PNS.

Seperti juga Gibran, ketika tes CPNS, Kahiyang bertindak seperti layaknya ribuan pelamar lain. Dia tidak menempatkan diri sebagai putri seorang Presiden.
Bagi Jokowi, revolusi mental menempa Sumber Daya Mmanusia dimulai dari lingkaran paling dekat.

Ketika dia bertanya soal revolusi mental, sejatinya dia sedang bercerita tentang dirinya sendiri.
Selamat Ulang Tahun Presiden Joko Widodo kami semua mencintai Bapak Presiden.

KP Norman Hadinegoro Adalah Ketua Umum PERNUSA.