INSANO Gelar Meeting Zoom, Kuatkan Peran P4GN Ditahun 2020

Nurul KRedaksi - Minggu | 14 Juni 2020 | WIB
INSANO Gelar Meeting Zoom, Kuatkan Peran P4GN Ditahun 2020
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

INSANO Gelar Meeting Zoom, Kuatkan Peran P4GN Ditahun 2020

Sebagaimana kondisi Pandemi Covid -19 yang masih mengancam masyarakat dunia, juga Indonesia, maka Organisasi Kemasyarakatan Indonesia Anti Narkoba (INSANO), tidak henti-hentinya meningkatkan perannya dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dan pada Minggu 14 Juni 2020, Dewan Pimpinan Pusat INSANO bersama seluruh Pengurus Daerah Provinsi dan Kabupaten, baik yang berada di Sabang, Riau, Padang, Kepri, Batam, Lampung, Banten, Sukabumi, Bandung, Surabaya, Kaltim, Tenggarong, Samarinda, Sorong, serta DKI Jakarta mengikuti Focus Grub Discution (FGD) dengan menggunakan fasilitas Meeting Zoom.

Beberapa pembicara yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh Penggiat Anti Narkoba, seperti Marsda TNI Dr Lukas Pamardi, SH,MM. Jefri Tambayong, Ketua GMDM juga Ketum Presnas GOKANI Nyoman Adi Peri, SH, Ketum Gannas yg juga Waketum Presnas FOKAN, Hanny Hendrani S,Sos Sekjen GPAN, dan Joko Purnomo dari BNNP DKI Jakarta.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Dewan Pembina INSANO, Marsda TNI Dr Lukas Pamardi, SH,MM mengaku bersyukur didalam Kondisi Pandemi Covid -19 ini, INSANO masih bisa konsisten dalam turutserta P4GN, dengan meeting zoom ini bukti Insano masih punya semangat untuk membantu pemerintah dalam hal pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Kalau kita lihat saat ini penyebaran Narkoba makin menjadi-jadi,cukup banyak pengedar dan pemasuk ditangkap, kita prihatin banyak artis yang seharusnya jadi teladan, namun justru tertangkap mengkonsumsi Narkoba.

Kita prihatin ada artis yang masih menjalani proses hukum dalam penyalahgunaan narkoba dan rehabilitasi, namun sudah ditunjuk jadi Duta Anti Narkoba, Insano harus berani mengkritisi hal tersebut agar ditinjau ulang, karena teladan akan diikuti, namun kalau mereka saja masih harus rehap, kenapa harus jadi teladan, ini kita tidak setuju.

Insano juga harus kritis dimana banyak bandar narkoba yang difonis ringan, ini tidak bisa dibiarkan karena bandar harus dihukum mati, dan yang sudah inkrah maka hukuman harus dilakukan, tegas Dr Lukas Pamardi.

Dalam kesempatan tersebut, BNN Provinsi DKI Jakarta yang diwakili, Joko Purnomo, S.Kom, MM dalam paparannya mengaku mengapresiasi apa yang sudah dilakukan jajaran INSANO selama ini, dan hari ini tetap konsistem turutserta dalam P4GN khususnya di Jakarta.

Sebagaimana Tema hari ini tentang "Mengatasi Maraknya Peredaran Narkoba Dilingkungan RT/RW" untuk itu seluruh anggota INSANO harus mengenali lingkungan RT/RW masing-masing, kita harus memiliki kemampuan untuk menganalisa masalah Narkoba, sehingga kita aktif melakukan pengawasan lingkungan, demikian juga di sekolah, orang tua jangan hanya ngedrop anak langsung pulang, namun harus turut aktif mengawasi lingkungan sekolah, misalkan pedagang di sekitar sekolah, mungkin ada pedagang yang mencurigakan, seperti datang seminggu sekali, itulah perlunya peranserta di lingkungan RT/RW, pintanya.

Kombes Pol (Purn) Agung Karang (DPP INSANO) dalam ungkapannya juga melihat bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, saat ini telah menjadi incaran para Bandar Internasional untuk menjadikan pasar Narkoba, saat ini banyak masuk dari China, Malaysia, Thailand serta negara pemasok narkoba lainnya, demikian juga kondisi geografis yang terdiri dari beribu pulau, membuat pemasok lebih mudah memasukkan melalui jalur laut, dengan jalur tikus,yaitu pelabuhan kecil, sehingga masuknya Narkoba sulit dibendung.

Kondisi ekonomi yang sulit atau warga kurang mampu, terkadang seseorang mudah terpancing menjadi pengedar Narkoba juga sebagai pengguna, Untuk itu pihaknya mendukung INSANO untuk terus memberdayakan para Tokoh Masyarakat mulai dari RT/RW, Karang Taruna dan Tokoh Pendidikan untuk menjadi Kader-kader Anti Narkoba, dan turut memutus mata rantai peredaran Narkoba, tegasnya.

Hal yang sama juga diusulkan beberapa Ketua INSANO Provinsi, agar INSANO terus mensosialisasikan diri dan terus bergerak dengan sistem yang baik, mesti usia INSANO baru 4 tahun, namun kita bersyukur telah banyak berbuat untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara.

Ketua Umum INSANO, Sismanu dalam paparnnya juga menegaskan, bahwa INSANO selama ini sudah banyak bergerak, namun sifatknya kegiatan, sehingga dengan kegaitan FGD online hari ini, kita telah menyusun Sistem yang bisa digunakan anggota INSANO, bahkan bisa dijadikan acuan BNN maupun Pemerintah Pusat serta Pemda, khususnya dalah P4GN.

Kita melihat upaya Pencegahan selama ini tidak berhasil, karena peserta FGD, Seminar, Talk Show dan Pengkaderan adalah orang-perorang, seperti Pelajar, Mahasiswa, sehingga ilmu P4GN hanya untuk diri sendiri, untuk itulah INSANO melalui program yang sudah, maupun yang akan kita lakukan adalah mengkader Tokoh masyarakat, seperti Ketua Karang Taruna, Ketua OSIS, Kepala Sekolah, Ketua BEM, serta Ketua RT dan Ketua RW serta tokoh Agama yang berbasis masyarakat, sehingga mereka nantinya aktif melakukan penyuluhan P4GN di lingkungan masing-masing. dan aktif sebagai Kader Anti Narkoba.

INSANO juga terus memberikan penghargaan pada tokoh masyarakat, agar mereka punya tanggungjawab sosial dan lebih aktif berperan dalam pemberdayaan masyarakat, pencegahan, bahkan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan zat adektif lainnya, sebagaimana amanat UU Anti Narkoba no.35 tahun 2009, tegas Sismanu.

Ruliadi, Sekjen INSANO, juga menegaskan bahwa saat ini kegiatan banyak dilakukan secara Firtual, khususnya acara HANI, bagaimana kita mampu bergerak sesuai kemampuan kita masing-masing, penanganan Narkoba belum tertangani dengan baik, sehingga Pemerintah menetapkan Darurat Narkoba, dimana Narkoba memang sebagai kejahatan luar biasa, dan peran masyarakat harus lebih digiatkan, dan Ormas Anti Narkoba sebagaimana diatur dalam pasal 104 hingga 108 UU Anti Narkoba No.35 tahun 2009 sudah jelas, bahwa Ormas memiliki peran dalam P4GN, kita punya tugas mencegah dan merehabilitasi, untuk itu mari kita tingkatkan peran kita, dalam P4GN ditengah masyarakat, pintanya. (Nrl).