GELAR BAZAR, PJT PROMOSIKAN KOPI ROBUSTA DAN ARABICA TEMANGGUNG

Nurul KRedaksi - Sabtu | 04 Januari 2020 | WIB
GELAR BAZAR, PJT PROMOSIKAN KOPI ROBUSTA DAN ARABICA TEMANGGUNG
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

GELAR BAZAR, PJT PROMOSIKAN KOPI ROBUSTA DAN ARABICA TEMANGGUNG

Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung merupakan komoditas perkebunan yang paling akrab dengan masyarakat Jawa Tengah, mulai dari kalangan ekonomi atas sampai bawah. Hingga saat ini Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung masih menduduki komoditas andalan ekspor hasil perkebunan Indonesia. Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang diharapkan mampu meningkatkan nilai devisa ekspor Indonesia. Berdasarkan data statistik Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cukup berpotensi terutama jika dilihat dari proporsi luas lahan tanaman kopi, khususnya kopi jenis robusta seluas 8.158,55 hektar dengan produksi 7.388,79 ton.

Kabupaten Temanggung dikenal sebagai salah satu produsen tanaman kopi terbesar di Jawa Tengah. Daerah sentra kopi tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Kandangan, Bejen, Candiroto, Wonoboyo, Pringsurat dan Jumo. Karena kualitasnya yang baik, kopi produksi Temanggung tidak hanya menjadi konsumsi lokal dan pabrikan. Namun telah menembus pasar ekspor. Saat ini Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung masih dijual oleh petani dalam bentuk biji. Produksi tanaman perkebuann rakyat yang mengalami peningkatan pada tiap tahun ini adalah tanaman Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica, Sebagian besar (94%) perkebunan kopi diusahakan oleh rakyat, sedangkan sisanya oleh perkebuman milik negara atau swasta.

Kopi Robusta maupun arabica Kabupaten Temanggung memiliki ciri dan karakter khas tersendiri. Robusta memiliki aroma lebih harum dibanding kopi robusta daerah lain. Begitu pula kopi arabica memiliki cita rasa khas, yaitu asam yang tertinggal lama di mulut. Cita rasa kopi ini tidak ditemukan pada cita rasa kopi daerah lain.

Ada dua jenis kopi yang dihasilkan petani di kabupaten Temanggung ini. Robusta yang dihasilkan dari kecamatan Pringsurat, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Jumo, Gemawang, Candiroto, Bejen, dan Wonoboyo. Sedangkan kopi jenis Arabika berada di dataran tinggi Temanggung. Hanya saja populasi jenis Arabika ini tidak sebanyak kopi jenis Robusta. Karena pada dataran tinggi tersebut banyak ditanami tanaman tembakau, dan tanaman kopi Arabika hanya menjadi sebagai sekat pembatas antar tanaman.

Saat ini warga Kabupaten Temanggung di Jakarta dan sekitarnya juga sudah banyak membuka kedai Kopi maupun kafe yang khusus menyajikan Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung, bahkan ada juga yang membuat kemasan dalam bentuk Kopi bubuk siap seduh, yang dipasarkan melalui media online.

Saat ditemui dalam acara Bazar menyambut tahun baru yang digelar Paguyuban Jawa Tengah bersama Kantor Penghubung Jawa Tengah di Jakarta, penyalur Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung, Nurul dan Bambang, dengan Merek "eNDee" serta Kafe Cahloano pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya bersyukur warga Jakarta sudah banyak mengenal Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung, bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung dapat menghubungi dirinya pada nomor hp 08129021767 dan pada Kafee Cah Loano juga menyediakan aneka Kopi, baik jenis Gayo, Toraja, Kerinci hingga Kopi Wine GN, semua sudah dalam kemasan dan bertentuk Kopi Bubuk, papar Bambang.

Sementara ditempat yang sama, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, H Leles Sudarmanto juga mengungkapkan upaya dukungan bagi produk Jawa Tengah untuk bisa di pasarkan di Jakarta dan sekitarnya, hari ini kita gelar Bazar stand khusus Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung, dan PJT kedepan akan menggelar pelatihan teknik Seduh Kopi, bagi warga PJT, sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi Kedai Kopi Robusta Temanggung dan Kopi Arabica Temanggung di Jabodetabek, sehingga produk petani masyarakat Temanggung akan bisa diserap pasar dalam bentuk jadi, atau siap seduh, sehingga penghasilan petani kopi dapat meningkat, dan warga PJT juga semakin maju dalam usahanya, paparnya. (Nrl).