Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di Mako Koarmada III IMPLEMENTASIKAN AKHLAK MULIA

Nurul KRedaksi - Selasa | 12 November 2019 | WIB
Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di Mako  Koarmada III IMPLEMENTASIKAN AKHLAK MULIA
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di Mako Koarmada III IMPLEMENTASIKAN AKHLAK MULIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M., menegaskan bahwa sebagai hamba Tuhan Yang Maha Kuasa, khususnya umat Muslim yakin dan percaya bahwa kelahiran Rasulullah Muhammad S.A.W., merupakan titik tolak dan babak baru perubahan peradaban manusia dari jaman jahiliyah menuju jaman modernisasi seperti yang kita alami saat ini. Peristiwa Maulid Nabi Muhammad S.A.W., memiliki makna yang sangat penting, bukan saja bagi kehidupan kaum Muslimin melainkan juga kehidupan umat manusia pada umumnya.

Penegasan tersebut dikemukakan Pangkoarmada III dalam sambutannya pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W., yang diselenggarakan oleh Koarmada III di gedung serba guna Mako Koarmada III Jl. Bubara No. 1, Kel. Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (12/11). Pada kesempatan tersebut juga hadir Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah, para Asisten Pangkoarmada III, Wadan Lantamal XIV Sorong, Wadan Pasmar-3, serta seluruh prajurit Koarmada III dan Lantamal XIV Sorong.

Menmurut Pangkoarmada III lebih lanjut bahwa Nabi Muhammad S.A.E., merupakan figur pemimpin spiritual, juga sebagai pemimpin umat yang membawa rahmat bagi seluruh alam yang mengedepankan akhlakul karimah dalam setiap dakwahnya. Allah S.W.T., mengutus Nabi Muhammad S.A.W., sebagai Nabi dan Rasul akhir zaman sekaligus sebagai sosok tauladan bagi manusia yang mendambakan kebahagiaan dunia dan akhirat. Perilaku beliau selalu mencerminkan pribadi yang santun, lapang dada, penyayang serta senantiasa pandai mensyukuri nikmat Allah S.W.T.,

Oleh karena itu tepatlah kiranya tema ”Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 1441 h / 2019 m, Kita Implementasikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan Sehari-Hari, guna mewujudkan prajurit dan PNS TNI profesional kebanggaan rakyat” ini diangkat dalam peringatan maulid nabi kali ini agar prajurit koarmada iii senantiasa dekat dan dicintai oleh masyarakat sekitarnya, ujarnya.

Menurut Pangkoarmada III bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki kurang lebih 17.504 pulau, jumlah penduduk kurang lebih 270 juta jiwa, masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan agama, sehingga negara kita merupakan negara yang mejemuk.

Koarmada III memiliki motto “Merekatkan Keberagaman Dalam Kebersamaan” yang artinya bahwa kemajemukan tersebut bukan menjadikan kita dalam bentuk golongan-golongan, justru menjadi suatu media dalam kebersamaan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pangkoarmada III mengingatkan untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W., sebagai momentum meneladani Rasulullah yang konteksnya pas untuk Indonesia adalah toleransi. Karena Indonesia sangat majemuk maka sangat tepat untuk mengembangkan toleransi yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah.

Senada dengan Ustadz Dr. H. Mulyono, M.Ag, yang membawakan cermah hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W., mengatakan umat Islam diajarkan untuk bisa bertasamuh (toleransi) dengan siapa pun. Nabi Muhammad SAW bisa bertasamuh dengan orang lain yang tidak sama keyakinannya. Ketika Rasulullah mendirikan Negara Madinah, misalnya, salah satu prinsip dasar Negara Madinah yang dibuat Rasulullah adalah tasamuh, jadi ada persamaan hak antara orang Islam dan orang beragama lain yang ada di Madinah. Senantiasa merekatkan keberagaman dalam kebersamaan, ujarnya.

Dalam rangka membangun Indonesia maju, lanjut Ustadz Dr. H. Mulyono, M.Ag, mengharapkan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda agar menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, tolerensi dan senantiasa menjaga harmonisasi, hindari perbuatan yang dilarang oleh agama masing-masing. “Sebagai pemimpin seyogyanya menyayangi, sementara sebagai anak buah atau bawahan harus senantiasa siap melaksanakan tugas,” ujarnya.