Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan Dengan Angkutan Berbasis Rel sebagai Solusi

Nurul KRedaksi - Kamis | 07 November 2019 | WIB
Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan Dengan Angkutan Berbasis Rel sebagai Solusi
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan Dengan Angkutan Berbasis Rel sebagai Solusi untuk Mewujudkan Transportasi Perkotaan yang Berkelanjutan

Jakarta, 6 November 2019 Institut Transportasi dan Logistik (lTL) Trisakti kembali mengadakan Seminar Nasional. Seminar kali ini berfokus kedalam "Urban Transport" dengan tema "Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan dengan Angkutan Berbasis Rel sebagai Solusi untuk Mewujudkan Transportasi Perkotaan yang Berkelanjutan".

Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu solusi permasalahan transportasi dan lingkungan di kawasan perkotaan, terutama kota-kota besar khususnya di DKI Jakarta. TOD dikembangkan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan kemacetan melalui pengintegrasian sistem jaringan transportasi massal, selain itu TOD juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sekaligus mendorong orang untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaaraan umum.

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kawasan TOD saat ini pun sangat beragam, Perencanaan pembangunan kawasan TOD umumnya akan dibangun pada daerah yang telah terbangun sebelumnya, sehingga akan muncul hambatan. utamanya, dari aspek sosial seperti isu kepemilikan lahan, resistensi masyarakat, dan kompensasi. Maka dari itu, pengembangan TOD harus diakomodir dalam rencana tata ruang baik lingkup umum maupun detail dan kesepakatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan para pemangku kepentingan. Selain itu tantangan lainnya yaitu butuh komitmen dalam pembangunan kawasan TOD karena dari sisi pembiayaan membutuhkan dana yang sangat besar, beberapa opsi pembiayaan yang dilakukan misalnya dengan metode Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta tantangan berikutnya yaitu pembangunan TOD ini diharapkan tidak hanya membangun infrastruktur untuk kalangan menengah keatas, namun harus mengalokasikan ruang untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk itu, Pemerintah Pusat terus mendukung dan mendorong Pemerintah Daerah untuk menghadapi tantangan-tantangan diatas untuk mewujudkan kawasan TOD ini karena pada akhirnya implementasi keberlangsungan TOD dari perencanaan hingga pengelolaan ada di tangan Pemerintah Daerah.

Pengembangan TOD ini terkait dengan banyak sektor, maka dari itu diperlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan dan waktu yang tidak sebentar untuk dapat dijalankan dengan sebaik mungkin. Untuk mewujudkan semua rencana penataan kawasan dan sistem transportasi terintegrasi akan ada kendala dalam proses pembangunannya, seperti kemacetan atau permasalahan pertanahan. Yang perlu diingat adalah hal ini memang membutuhkan proses dan waktu, namun saat selesai nantinya akan membuat tata ruang dan sistem transportasi di kawasan tersebut menjadi lebih baik Masyarakat juga dapat lebih mudah untuk menjangkau lokasi yang diinginkan karena transportasi sudah saling berintegrasi dan pada akhirnya efisiensi struktur ruang dan pengembangan kota yang berkelanjutan dapat terwujud dengan baik.

Seminar tersebut dihadiri oleh pemerintah serta industri terkait, dengan pembicara Menteri Perhubungan lr. Budi Karya Sumadi (Keynote Speaker), Prof. Dr. lr. Sutanto Suhodo (Pemda DKI), lr. Zulfikri. M.Sc. DEA (Direktur Jendral Perkeretaapian), Ir. Soemino Eko Saputro, MM (Akademisi ITL Trisakti), Dr. Ir. L Denny Siahaan. MSTr (Akademisi ITL Trisakti), Prof. Dr. Harun Al Rasyid (Guru Besar ITB Institut Teknologi Bandung), Budi Harto (Direktur Utama PT. Adhi Karya. Tbk), Mike Broomell. MBA (Managing Director Colliers international Comets International), dan Prof. Dr. Ir. Suyono Dikun, MSc (Guru Besar UI Bidang Transportasi Universitas Indonesia), dimana melalui seminar ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan tindakan mengenai TOD. dengan tujuan masing-masing pemangku kepentingan dapat berperan sesuai dengan posisi dan perannya, Terdapat harmonisasi antara perencanaan wilayah dan rencana tata ruang dengan perencanaan transportasi, Terdapat regulasi yang kuat sebagai dasar hukum agar diperoleh kepastian hokum, Terdapat Koordinasi yang efektif agar TOD dapat diimplementasikan, Terdapat sumber dana yang cukup untuk mendanai TOD.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Dr Harry Tjan Silalahi disela Seminar tersebut menegaskan, pihaknya mengapresiasi ITL Trisakti yang terus berupaya meningkatkan dukungan pada Pemerintah dalam menyiapkan tenaga-tenaga yang akan melayani serta mengabdi dalam peningkatan pelayanan transportasi di Indonesia, kalau saat awal kita menyiapkan teknisinya, namun hari ini kita bisa mempersiapkan juga tenaga-tenaga pemikir, baik dalam pelayanan, keselamatan transportasi juga bagaimana memikirkan kecepatan transportasi, sehingga kedepan transportasi di Indonesia benar-benar dengan planning yang baik, tidak sekedar membuat jalan, namun bagaimana bisa mengangkut dengan cepat dan banyak orang, pintanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso, bahwa Seminar Nasional Peranan TOD dalam Pembangunan Kawasan Perkotaan Dengan Angkutan Berbasis Rel ini sangat baik, apalagi ditahun 2020, ITL Trisakti akan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Simposium Universitas Transportasi Asia Pasific, dimana para pakar transportasi akan berkumpul disini, untuk itulah ITL Trisakti terus berupaya menyiapkan personil-personil yang ahli dibidang transportasi dan logistik, dengan pendidikan berlanjut, dimana program studi di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti ini, disamping program Sarjana (S1), Vokasi hingga Magister/Pascasarjana (S2) dan kita juga sedang menyiapkan program doktor (S3) Transportasi dan Logistik, dan disinilah satu-satunya Lembaga Pendidikan tinggi yang berkonsentrasi dalam pendidikan transportasi dan logistik, paparnya.

Dr Tjuk Sukardiman juga menambahkan, bahwa ITL Trisakti bersyukur, keluarga besar Yayasan Trisakti dipercaya Pemerintah dalam Penyusunan Kebijakan Transportasi Perkotaan, serta menyusun kebijakan the integrated and sustainability transport and logistic, sebagai komitmen pemerintah dalam pembangunan transportasi berkelanjutan, sehingga hari ini kita bahas, khusus masalah angkutan perkotaan berbasis Rel, ini wujud konsisten ITL Trisakti, dalam mendukung program the Millenium Sustainability Develompment Goal, dengan grand strategi yang telah ditempuh.

Diakuinya program LRT, MRT yang saat ini sudah berjalan dan terus dikembangnya, sebenarnya telah disusun sejak tahun 1995 di Kementerian Perhubungan RI, dalam program pembangunan transportasi perkotaan berbasis Rel, dan surveinya telah dilakukan sejak tahun 1990, oleh para sesepuh perhubungan yang saat ini mendukung pendidikan transportasi di ITL Trisakti, yaitu Koridor Lebakbulus - Kota, Koridor Duri - Bekasi dan Koridor Kalideres - Bukit Duri, dan program pembangunan angkutan perkotaan berbasis Rel ini, juga sebagai upaya dalam mengejar ketertinggalan transportasi perkotaan berbasis Rel dari negara-negara lain, papar Tjuk Sukardiman. (Nrl).