PELAYANAN PASIEN SANGAT MEMBAHAYAKAN, RS GRHA KEDOYA BISA DITINGGAL PASIENNYA YANG LOYAL

Nurul KRedaksi - Senin | 04 November 2019 | WIB
PELAYANAN PASIEN SANGAT MEMBAHAYAKAN, RS GRHA KEDOYA BISA DITINGGAL PASIENNYA YANG LOYAL
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

PELAYANAN PASIEN SANGAT MEMBAHAYAKAN, RS GRHA KEDOYA BISA DITINGGAL PASIENNYA YANG LOYAL PADA TAKUT BEROBAT KE RS GRHA KEDOYA

Ganjar Sukoco Sikatan atau yang akrab dipanggil Ganjar Bukan Pranowo(GBP) adalah Pasien Loyal RS Grha Kedoya. GBP merupakan sosok aktifis yang juga Relawan Jokowi - Maaruf Amin, karena sakit GBP Harus dirawat di RS Grha Kedoya, sayangnya mendapatkan pelayanan kurang menyenangkan. dalam acara jumpa PERS di salah satu rumah makan di Jakbar Ganjar mengaku diperlakukan tidak Ramah oleh Perawat Rumah Sakit tersebut, tidak memperhatikan kebaikan pasien, serta tidak menjunjung tinggi hak asasi pasien, hingga dirinya mengalami takanan psikis, yang mengakibatkan dirinya melakukan tindakan darurat, dengan melepas sendiri infus yang terpasang di tangan, hingga pasien berdarah-darah dan tangannya bengkak dan membiru.

Lebih jauh Ganjar menjelaskan, bahwa saat dirawat di rumah sakit Grha Kedoya, dirinya di infus dengan mesin Infus. sehingga saat mau buang air kecilpun tidak bebas harus memanggil Suster untuk melepas mesin infus tersebut, bell Rusak tidak berfungsi membuat dirinya kesulitan memanggil perawat, sudah berkali-kali minta kepada suster untuk memperbaiki bell tsb, namun teknisi rumah sakit tidak juga tidak kunjung hadir memperbaikinya.

Mendapat perlakuan seperti diatas sampai Siang menjelang sore , sampai ada dokter jaga dr. Belina GBP sampaikan keluhan tsb. Sekitar 5 menit Tekniksi datang dan memperbaiki dalam 5 menit bell berfungsi normal. GBP tanya kepada tekniksi apa yg dikerjakan Tekniksi satu hari tsb. Mereka jawab kegiatan Rutin dan Stanby. Lalu GBP panggil Suster kenapa sangat lambat penanganannya, katanya sdh dihubungi telpon tidak diangkat, GBP mulai marah kenapa tidak menugaskan Saptam atau office boy(Cleaning Service) ke Ruang tekniksi untuk mengecek apakah telponnya Rusak di Ruang tekniksi ??? Suster tersebut lalu kembali ke ruang Suster dan memberitahu Suster lainnya yg lebih senior keruangan GBP, GBP tanya yg sama. Jawabnya sdh dari pagi sdh dilaporkan ke tekniksi, GBP semakin marah karena jawabannya. GBP minta panggil kepala Tekniksi untuk mencross check BukubLaporan Tekniksi yg dibilang suster mungkin ganti shift sehingga tidak disampaikan oleh Tekniksi penggantinya.

GBP Minta Suster melepas mesin infus agar GBP bisa menemui management. Suster mengatakan management yang mana ?
Lalu GBP katakan siapa saja .... tapi malah ditinggal pergi oleh Suster tersebut ... akhirnya MESIN INFUS SAYA COBA BUKA PAKSA, NAMUN TIDAK BISA, Bila selang infus GBP potong sangat Fatal karena akan kemasukan udara ke aliran darah GBP. akhirnya jarum Infus ditangan GBP dibuka paksa oleh GBP hingga berdarah-darah dan Bengkak ... GBP langsung ke UGD, dan disana ada dokter Ryan, dokter Suwandi, Zuster Retno dan yang lain ... tangan bekas infus GBP yang berdarah darah dikompress ... dan akhirnya GBP ditemui oleh Pak ADI WIYOGO Duty Manager setelah ditelpon oleh dr.Ryan ... GBP ceritakan semua kejadian, pak Ryan takut di foto GBP. Pak Adi minta maaf ... seharusnya GBP tgl,30 okt 19 melakukan Endoscopy & Colonscopy ... namun karena kondisi seperti tersebut diatas, GBP Shock dan naik darah ketika tekanan darah diperiksa Suster Retno di UGD 100/160 Dan GBP memutuskan pulang Rmh Sakit Grha Kedoya, karena perlakuan yang tidak Layak dalam melayani orang yang sedang sakit ... hal seperti ini membuat GBP yang sedang sakit tambah sakit dan tekanan darah naik, papar GBP

Yang kami tidak paham, saat akan pulang, orang saya tidak dibawain obat, hanya laboratorium dan resume perawatan.
Bahkan orang saya dibawain hasil 2 hasil Radiologi, Ultrasonography (USG) X-Ray milik orang lain, dan bukan hasil radiologi saya, ini menunjukkan bahwa pelayanan sangat tidak teliti dan tidak professional.

karena hasil Radiologi, USG, X-RAY tersebut adalah sarana menentukan tindakan lanjutan pengobatan pasien oleh dokter. kalau tidak sesuai dengan kondisi pasien yang sebenarnya, atau salah deteksi, maka bisa membahayakan pasien, hal ini jelas-jelas melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014, tentang Perawat, karena dalam pelayanan perawatan tidak sesuai standar profesi, standar operasional, maupun tidak memenuhi kebutuhan penerima pelayanan kesehatan, ungkapnya penuh kesal.

Saat disinggung akan upaya hukum, GBP mengaku masih berpikir untuk menuju kesana, yang GBP harapkan dan inginkan adalah itikad baik pihak dari Direksi agar bisa menyelesaikan kasus ini segera secara kekeluargaan, dengan memberikan win-win solution yang pantas dan sepadan.

Dengan adanya kasus tersebut diatas GBP mengharapkan adanya perbaikan pelayanan kesehatan, khususnya para perawat di RS Grha Kedoya, semoga semuanya mau mengambil hikmahnya dari peristiwa yang menimpa GBP, kami berharap menejemen rumah sakit Grha Kedoya segera melakukan langkah-langkah perbaikan menejemen dan para perawat tidak melanggar kode etik perawat, yang berlaku tidak ramah dalam melayani pasien, pinta GBP didepan puluhan wartawan Media Cetak dan Online.

GBP juga menambahkan bahwa adanya Penyataan yang telah dimuat di Media online dan Youtube. Itikad baik GBP Untuk bertemu dgn Direksi RS Grha Kedoya dan Wartawan di RS Grha Kedoya Merupakan bentuk klarifikasi agar tidak terjadi mis komunikasi ataupun Kegaduhan, hal-hal negatip lain terhadap Managemen/Direksi RS Grha Kedoya, dari pihak Media kepada pihak RS Grha Kedoya.

Meskipun masihbdalam kondisi Pak GBP berusaha menjadi mediator mempertemukan Pihak Media dengan Pihak Rumah Sakit Grha Kedoya.
Meskipun kondisi pak GBP seharusnya masih perlu dirawat (kondisi Sakit dan cenderung lebih parah). tapi sayang Kurang direspon dengan baik oleh Pihak Management/Direksi RS Grha Kedoya. Padahal Tujuan mulia pak GBP agar pihak RS Grha Kedoya dapat berdialog langsung dengan media, untuk saling mendapatkan masukan Positip/Sumbang saran untuk Pelayanan Rumah Sakit kepada Para Pasiennya dikemudian hari.

Menanggapi kekecewaan Wartawan karena tidak diterima/ditemui oleh pihak Management RS Grha Kedoya yang Sejak siang jam.13:00. sudah menunggu di RS Grha Kedoya utk bertemu dgn Pak GBP bersama Direksi RS Grha Kedoya.

Pak GBP ajak Awak Media ke Restoran Hayamwuruk Tulang Lunak di kawasan Greenville untuk dapat arahan meeting yang tepat. Untuk perbaikan management RS Grha Kedoya. (Tim)