Sidang Terbuka Senat Universitas Tama Jagakarsa Dalam Wisuda ke 13, Lepas 532 Wisudawan

Nurul KRedaksi - Sabtu | 12 Oktober 2019 | WIB
Sidang Terbuka Senat Universitas Tama Jagakarsa Dalam Wisuda ke 13, Lepas 532 Wisudawan
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Sidang Terbuka Senat Universitas Tama Jagakarsa Dalam Wisuda ke 13, Lepas 532 Wisudawan

Bertempat di Gedung Balai Sudirman Jakarta, pada Sabtu 12 Oktober 2019, Sidang Terbuka Senat Universitas Tama Jagakarsa Dalam Rangka Wisuda ke 13, Pascasarjana, Sarjana dan Diploma secara resmi melepas Mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akademik, seluruh wisudawan kali ini berjumlah 532 Wisudawan yang siap mengabdikan diri ke tengah masyarakat, bangsa dan negara, dalam pembangunan di era millennial saat ini.

Menurut Rektor Universitas Tama Jagakarsa, Dr H.M Noor Sembiring,SE.MM bahwa tantangan di era millennial saat ini semakin berat, untuk itu Universitas Tama Jagakarsa terus berupaya membangun kerjasama dengan industri, bagaimana sebagai lembaga pendidikan kita bisa link and match dengan industri, bagaimana agar kurikulum akademik mampu selaras dengan kebutuhan dunia usaha serta industri, sehingga para Wisudawan benar-benar siap kerja sesuai kompetensinya.

Pada para Wisudawan, Dr HM. Noor Sembiring juga meminta agar mereka selalu menggali kemampuan, sebagaimana ilmu yang telah diraih di kampus, kembangkan diri anda dan selalu belajar dan belajar, baik dilingkungan kerja maupun ditempat tinggal, jangan hanya mengandalkan ijazah, karena dunia kerja lebih menitikberatkan pada kemampuan kompetensi seseorang, tegasnya.

Plt Kepala LL DIKTI Wilayah III Jakarta, Dr. M Samsuri disela acara Wisuda Universitas Tama Jagakarsa juga menungkapkan, bahwa LL Dikti Wilayah III mengapresiasi Universitas Tama Jagakarsa yang taat azas, dimana dari data Pangkalan Data sudah 100% laporannya, demikian juga prodi yang ada, semua sudah terakreditasi, artinya dari sisi ketaatan azas sudah nggak ada masalah, untuk itu Kami hadir disini.

Kepada para Wisudawan, LL Dikti meminta agar mereka meningkatkan Soft Skill, karena di era persaingan saat ini, tentu menuntut selain kompetisi, kompetensi dibidang keilmuannya, juga sekarang ini banyak dituntut adalah soft skill, dalam arti misal setelah lulus itu tidak merasa puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini, kemudian mereka terus mencari menggali bidang pengetahuan. Yaitu sesuai dengan tempat kerja yang digeluti masing-masing.

Yang kedua, yang lebih penting adalah para Wisudawan saat terjun ke masyarakat, dia bukan hanya sekedar apa orang biasa, tetapi dia harus menjadi agen perubahan di masyarakat. oleh karena itu saya sangat berharap kepada wisudawan menjadi agen perubahan masyarakat, dengan mengedepankan nilai-nilai kerendahan hatinya, kemudian nilai-nilai dia itu selalu berpikir untuk selalu berkontribusi di masyarakat, jadi bisa menjadi contoh di masyarakat, pinta Dr M Samsuri.

Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Tama Jagakarsa, DR. H Ulung Sembiring, SH,MM, juga menambahkan, bahwa mesti Universitas Tama Jagakarsa berdiri tahun 2014, namun kiprah Yayasan sudah dimulai sejak tahun 1985, jadi kita bisa melihat kiprah kita di dunia pendidikan Indonesia, jadi mungkin masyarakat bisa menilai perjalanan yang panjang, disamping lulusan-lulusan yang banyak diserap di dunia usaha, BUMN maupun di Pemerintahan Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dalam menghadapi tantangan di era kebangkitan industri 4.0, Yayasan Pendidikan Tama Jagakarsa juga terus meningkatkan fasilitas teknologi yang sejalan dengan kebutuhan industri yang berbasis BIG Data tersebut, agar kita bisa bersaing di era globalisasi sekarang yang gak bisa kita tolak lagi, kita selalu mengacu untuk memenuhi standar PowerPoint ini, kita selalu mengacu dengan apa yang telah ditetapkan oleh kementerian Ristek dan Dikti, tegasnya. (Nrl).