Batik Presiden, Batik Tulis Berbahan Sutra dan Katun Khusus Untuk Pria

Nurul KRedaksi - Selasa | 24 September 2019 | WIB
Batik Presiden, Batik Tulis Berbahan Sutra dan Katun Khusus Untuk Pria
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Batik Presiden, Batik Tulis Berbahan Sutra dan Katun Khusus Untuk Pria

Batik sebagai salahsatu Karya Agung Budaya Lisan dari Indonesia, dan telah diakui Badan Kebudayaan PBB atau UNESCO, sebagai Warisan Dunia, telah menuntut Putra-putri Indonesia untuk turutserta melestarikan dan mengembangkannya, hal tersebutlah yang telah mendorong Founder Batik Presiden, Lulu Tantono untuk melestarikan Batik Tulis dari Solo maupun Pekalongan dengan brand Batik Presiden.

Kalau dahulu orang mengenakan baju Batik terlihat kuno, namun saat ini sebaliknya, yaitu terlihat “Keren”, apalagi Presiden Jokowi dalam setiap pertemuan internasional selalu mengenakan baju Batik, demikian juga tamu kenegaraan selalu diberi kenangan Baju Batik, hal tersebutlah yang menginspirasi untuk membuat Bahan Pakaian Pria Batik dengan merek Batik Presiden, ini juga terinspirasi dari Presiden Jokowi yang menjadikan Batik sebagai sarana pemersatu dunia.

Sebagai seorang desainer yang saat ini mengkhususkan mendesain Batik, Lulu Tantono telah mempekerjakan pengrajin Batik Tulis, di sentra-sentra Batik, seperti di Solo, Pekalongan dan Sragen, dengan motif yang cerah penuh kreasi, seperti corak burung, Wayang, Bunga serta Motif cirikhas daerah asal, dan Batik Tulis dengan Merk Batik Presiden semua dari bahan, sehingga konsumen akan mendapat layanan desain baju maupun jahit dari Butik, agar lebih nyaman sesuai ukuran tubuh pemesan. Sehingga biaya yang dibutuhkan utuk satu baju pria Batik Presiden bisa mencapai 1 juta hingga 3 juta rupiah, paparnya.

Bisnis Batik Presiden diakuinya diawali dengan penjualan online, dimana pemesan bisa mengakses website, WA, Facebook, Twitter maupun Instagram Batik Presiden, dan pihaknya siap mengirimkan dengan kemasan yang baik, hingga ketengan konsumen, apalagi pengguna media sosial banyak juga dari kalangan pemuda, sehingga pemesan Batik Presiden juga banyak dari kalangan muda, sebagai generasi millennial seperti warga Biru Gelap, Cream, Hitam. dan tidak menutup kemungkinan motif yang digemari orang tua, sehingga terlihat lebih keren, kita telah membangun jaringan untuk butik/penjahit di daerah-daerah, sehingga Batik Presiden mengirimkan bahan, dan untuk jahitan dikerjakan penjahit disekitar mereka tinggal, ungkapnya.

Dalam memperluas usaha batik, Lulu kini tengah mengembangkan Batik Cap dan Batik Printing, dengan harga yang lebih murah, serta siap melayani pesanan untuk kantor maupun komunitas dengan motif pesanan sesuai logo perusahaan, dan untuk pemasaran of line, tengah disiapkan butik Batik dengan brand Batik Presiden, tegasnya. (Nrl).