Pekan Sarasehan, Dr Illah Sailah Ungkap Peluang dan Tantangan ITL Trisakti Kini dan Esok

Nurul KRedaksi - Sabtu | 07 September 2019 | WIB
Pekan Sarasehan, Dr Illah Sailah Ungkap Peluang dan Tantangan ITL Trisakti Kini dan Esok
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Pekan Sarasehan, Dr Illah Sailah Ungkap Peluang dan Tantangan ITL Trisakti Kini dan Esok

Pekan Sarasehan yang dimulai sejak tanggal 2 hingga 7 September 2019, yang telah menjadi komitmen Civitas Akademika Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti) dalam mewujudkan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Kelas Dunia, dimana dalam Pekan Sarasehan tersebut dilakukan berbagai kajian-kajian akademik, dalam menghadapi tantangan-tantangan dan meraih kesempatan yang ada, menuju World Class Institute.

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta, Dr Illah Sailah, dalam paparannya didepan para dosen dan karyawan ITL Trisakti banyak mengupas tentang Peluang dan Tantangan ITL Trisakti Kini dan Esuk, dimana untuk mencapai Word Class Institute, perlu membangun budaya akademik yang dicerminkan melalui regulasi-regulasi yang dibuat oleh Kampus, ditaati, sehingga bisa menampilkan performance maupun kinerja yang dilakukan oleh seluruh dosen dan mahasiswa, apapun yang menjadi kompetisi dunia, mereka ada.

Sehingga melalui karya dosen seperti publikasi internasional, yang bisa dijadikan acuan atau rujukan, dan semakin dikenal ditingkat internasional, dan saat ini telah ada perengkingan, misalnya saja seberapa banyak publikasi dari dosen-dosennya yang ada di jurnal bereputasi, seberapa banyak tulisan itu divitasi oleh orang lain, mahasiswanya juga demikian, bagaimana agar mahasiswa bukan menjadi pemain kandang, tetapi dia sudah mulai melebarkan sayapnya ke nasional apalagi tidak sasaran Internasional, ada kompetisi robot, ada kompetensi misalnya tentang apa supply chain, mereka selalu ada.

Oleh karena itu pak Tjuk dan kawan-kawan telah membuat, mulai dengan transformasi Leadership, setiap liaders yang ada di sini harus tahu dulu tata nilainya seperti apa ?, apa-apa saja code of Conduct Nya sehingga mereka bisa satu visi, Satu Misi, satu langkah yang strategis dan sukses itu nggak bisa sendirian. Sukses itu harus ada dorongan dari berbagai macam pihak dan merupakan sebuah sistem, tidak hanya satu orang bisa membuat Word Class, tapi orang itu harus punya dukungan, siapa yang mengerjakan apa ?, setiap level akan berbeda kompetensinya, sehingga harus saling menghargai, atas kompetensi yang dimiliki oleh seorang tenaga pendidikan, untuk itu harus hand in hand gotong-royong dan memberikan semangat, dimana semangat itu bisa tidak harus dengan uang, namun semangat dengan memberikan penghargaan - penghargaan kepada yang sudah mulai memperlihatkan kerja keras, tegas Dr Illah Saillah.

Saat ini generasi Indonesia merupakan generasi millennial sebagai generasi baru, untuk itu perlu adanya perubahan didalam melakukan suatu pendidikan, pembentukan karakter dan aklak generasi penerus bangsa, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Yayasan Trisakti, Dr Bimo Prakoso, bahwa untuk meraih peluang kesuksesan kuncinya harus kerja keras dan kompak, agar bisa menjadi "Harimau", kita harus cerdas, kuat dan bisa menjadi pemenang, Mahasiswa ITL Trisakti juga cerdas-cerdas, bangsa ini di kancah internasional juga memiliki prestasi luar biasa, disini tempat mendidik Generasi Penerus Bangsa, untuk itu kita harus kerja keras, mencetak generasi yang cerdas namun tetap mengedepankan Merah Putih, jangan terbalik, karena kalau terbalik bisa berbahaya, karena kepintarannya bisa untuk korupsi, untuk itu tanamkan semangat Cinta Tanah Air, Merah Putih dulu baru pintar, demikian juga pimpinan, karyawan maupun dosen di ITL Trsakti, harus mengutamakan pengabdian dulu, baru pintar, mari kerja keras untuk mencapai tujuan, tegasnya. (Nrl).