Achmad Junaedi Sitika Raih Gelar Doktor PAI UIJ, Dengan Nilai Cumlaude

Nurul KRedaksi - Senin | 09 September 2019 | WIB
Achmad Junaedi Sitika Raih Gelar Doktor PAI UIJ, Dengan Nilai Cumlaude
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Achmad Junaedi Sitika Raih Gelar Doktor PAI UIJ, Dengan Nilai Cumlaude

Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Jakarta (UIJ) Dalam agenda tunggal Sidang Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam, pada Senin 9 - 9 - 2019, dengan penguji Prof Raihan, Prof Dede Rosyada, Prof Aziz Fachurozi, Prof Aceng Rahmat dengan Promotor Prof Marhamah dan Dr Sutardjo Atmowidjoyo, mengajukan Mahasiswa S3 UIJ, Achmad Junaedi Sitika, yang telah menyelesaikan tugas akademik.

Dalam Sidang Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam tersebut, Achmad Junaedi Sitika memaparkan karya ilmiah disertasi dengan tema "Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Humanistik dan Teknologis Di Perguruan Tinggi".

Penelitian tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dilakukan, Dr Achmad Junaedi Sitika yang sudah 20 tahun menekuni dunia pendidikan melihat, bahwa Kurikulum Pendidikan Agama Islam merupakan bagian yang sangat penting untuk dikembangkan, terutama dalam pembinaan Akhlak dan Moral, dimana hari ini terjadi dekadensi moral dalam kebudayaan Indonesia yang terus menurun, disinilah perlunya kajian-kajian substansi kurikulum tentang pembangunan moral, terutama anak didik dan mahasiswa, baik siswa Sekolah Dasar, Menengah Atas hingga Mahasiswa, dalam bingkai Kurikulum Pendidikan Agama Islam.

Diakuinya saat ini juga terjadi Guru maupun Dosen yang keluar dari ranah kode etik seorang guru atau dosen, disitulah kita kembangkan dalam konteks teknologi di era digital ini, harus diterapkan proses ranah humanistik dengan baik, dimana ada Guru membina siswa maupun dosen membina mahasiswa, disitulah humanistik yang harus kita kembangkan, papar Dr. Achmad Junaedi Sitika.

Usai Sidang Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam, Promotor Prof Marhamah menjelaskan, bahwa pihaknya bersyukur promovendus Dr Achmad Junaedi Sitika dalam Desertasinya membahas Kurikulum Perguruan Tinggi, termasuk tentang pembelajarannya, tentang strateginya, tentang Medianya, juga tentang penyampaiannya, disitulah mereka diuji tentang problematika, paparnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan, bahwa ini adalah Doktor Pendidikan Agama Islam UIJ yang ketiga, yang tentunya kita lihat desertasi dari lulusan pertama, kedua dan ketiga tentunya ada inovasi-inovasi baru dalam Pendidikan Agama Islam, jadi pada hari ini promovendus, Dr Achmad Junaedi Sitika melihat bahwa Kurikulum Pendidikan Agama Islam materi ajarnya harus Muhanistik dan berbasis teknologi, memfasilitasi era digitalisasi, disinilah perlunya perubahan-perubahan adanya tema, akhlak, ibadah dan sebagaimnya menjadi satu konten, sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta disenangi oleh anak didik atau mahasiswa, karena tidak membosankan, ini masih sebatas gagasan oleh promovendus yang diharapkan bisa dikembangkan, dan promovenduslah yang telah mendesain materi ajar kurikulum yang humanistik dan teknologis, tegasnya. (Nrl).