KOARMADA III PERINGATI HARI OLAHRAGA NASIONAL

Nurul KRedaksi - Senin | 09 September 2019 | WIB
KOARMADA III PERINGATI HARI OLAHRAGA NASIONAL
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

KOARMADA III PERINGATI HARI OLAHRAGA NASIONAL

Komando Armada (Koarmada) III menyelenggarakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional ke-36 di lapangan upacara Mako Koarmada III Jl. Bubara No. 1 Kel. Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (10/9) dengan Inspektu Upacara Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han).

Peringatan Hari Olahraga Nasional di Koarmada III dengan, Ayo Olahraga, Dimana Saja dan Kapan Saja, berlangsung tertib dan khikmad yang dihadiri juga Komandan Guskamla Koarmada III Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi, Komandan Lantamal XIV Sorong Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani, Para Asisten Pangkoarmada III dan para Asisten Komandan Lantamal serta seluruh prajurit Koarmada III dan Lantamal XIV Sorong.

Menteri Pemuda dan Olahraga Nasional Imam Nahrawi dalam sambutan tertulis yang dibcakan Kepala Staf Koarmada III antara lain menegaskan pembangunan di dalam olahraga tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani, kita telah mendukung kebijakan Bapak Presiden tentang revolusi mental serta SDM Unggul Indonesia Maju.

Menurut Menpore bahwa pembinaan atlet muda yang berbakat yang di dukung oleh talent identification dan talent scounting yang tepat, telah dibuktikan pada perhelatan Asean Schools Game (ASG) 2019 di Semarang. Indonesia tidak sekedar sukses menjadi tuan rumah dan memenuhi target juara umum, namun secara keseluruhan, Indonesia mampu melampaui target dengan mengkoleksi 43 emas, 34 perak dan 25 perunggu.

Pada Asian Games 2018, Indonesia peringkat ke-4 dengan perolehan 98 mendali yang terdiri dari 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. Lebih membanggakan atlet disabilitas mampu mencatatkan sejarah baru, kita menjadi peringkat kelima ajang Asian Para Games 2018 dengan perolehan 135 mendali yang terdiri dari 37 emas, 47 perak dan 51 perunggu.

“Kita telah menata fondasi olahraga prestasi yang cukup kuat dimulai dari usia dini, atlet unggulan dan atlet disabilitas. Kita memiliki harapan besar untuk membangun olahraga prestasi dengan melakukan pembinaan secara berjenjang. Kita telah menyiapkan atlet-atlet yang akan bertanding dalam perhelatan Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Tokyo, tegas Imam Nahrawi.

Menurut Menpora bahwa cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Olimpiade 2020 merupakan cabang olahraga unggulan yang kita harapkan mampu melampaui target yang di tentukan. Kesuksesan menjadi tuan rumah dalam ajang pertandingan olahraga tingkat Asian menjadi tolak ukur kita untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2032. Program tersebut telah ditindaklanjuti oleh Bapak Presiden melalui surat pengajuan sebagai kandidat tuan rumah yang disampaikan pada Internasional Olimpic Commite (IOC) melalui Duta Besar Indonesia di Swiss dan kita juga berharap pencak silat yang merupakan olahraga asli rakyat Indonesia mampu dipertandingkan dalam ajang bergengsi tersebut.

Rangkaiyan Pencak Silat Road to Olympic telah kita lakukan tidak hanya diskusi-diskusi bersama pakar olahrag. Namun telah kita lakukan pelatihan-pelatihan secara profesional di berbagai negara itu menunjukkan keseriusan kita agar pencak silat bisa masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang Olimpiade, ujarnya

Pada kesempatan itu, Menpora juga menegaskan optimalisasi permassalan dan pembudayaan olahraga, sesuai Inpres no 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang juga ditindaklanjuti dengan Permenpora RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga, kita sama-sama laksanakan gerakan olahraga secara masif dan meluas di semua lapisan masyarakat. Semangat mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan olahraga secara rutin dan secara teratur, baik pelajar, masyarakat, pekerja/karyawan dan semuanya bahkan warga binaan yang ada di lembaga permasyarakatan.

Menpora menegaskan olahraga harus menjadi kebutuhan hidup dan menjadi gaya hidup. Hal ini sejalan dengan pesan Bapak Presiden dalam salah satu janji kampanye yang dikeluarkan oleh Kantor Staf Kepresidenan yaitu perlu pengintegrasian olahraga dengan sistem pendidikan nasional serta perlu menumbuhkan minat masyarakat Indonesia dalam bidang olahraga, sehingga dapat tumbuh menjadi bagian dari budaya dan kepribadian bangsa, ujarnya.