Seminar Logistik ITL Trisakti, Membedah Perkembangan Teknologi dan Kebijakan Bidang Logistik

Nurul KRedaksi - Jumat | 30 Agustus 2019 | WIB
Seminar Logistik ITL Trisakti, Membedah Perkembangan Teknologi dan Kebijakan Bidang Logistik
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Seminar Logistik ITL Trisakti, Membedah Perkembangan Teknologi dan Kebijakan Bidang Logistik

Seiring dengan pertumbuhan bisnis di Indonesia telah mendorong pertumbuhan Logistik dalam mendukung dunia usaha tersebut, untuk mempermudah laju Ekspor maupun Impor, Pemerintah Indonesia juga semakin mempermudah proses maupun perijinannya, dan bertempat di Aula Kampus Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti) pada Kamis 29 Agustus 2019, melalui Prodi Logistik ITL Trisakti menggelar Seminar Logistik, dengan tema “Kebijakan dan Strategi Peningkatan Peringkat Logistic Performance Index (LPI) di Indonesia, dengan menampilkan pembicara seminar, Bambang Adi Winarso (Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia) dan Harmen Sembiring ( Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga INSW, Kementerian Keuangan RI ) serta moderator Muhammad Iqbal Firdaus.

Dekan Fakultas System ITL Trisakti, L Denny Siahaan menjelaskan, bahwa Seminar Logistik dengan menampilkan pembicara khusus dari bidang Logistik ini, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang informasi terkini akan kemajuan teknologi Logistik maupun Kebijakan terbaru, dimana Teknik Logistik akan digunakan untuk Suplai Change Manajemen.

Pihaknya juga bersyukur Prodi Logistik semakin tranding dan peminatnya juga semakin meningkat, dimana prodi Logistik di ITL Trisakti ini jumlah mahasiswanya juga terbesar, baik yang di Fakulatas Bisnis dan Manajemen, Fakultas Sistem maupun Teknik Engginering, dan di ITL Trisakti ada 3 Prodi Logistik, meliput Sistem Logistik yang meliputi pengetahuan logistic baik makro maupun mikro, kedua prodi Manajemen Logistik yang mengarah pada ilmu dalam upaya menggerakkan Badan Usaha Logistik, ketiga Prodi Teknik Logistik yang menangani IT, profaider maupun optimalisasi suplai, pergerakan barang sampai ke konsumen, disinilah teknik-teknik optimalisasi, ungkapnya.

Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Dr Tjuk Sukardiman disela acara tersebut menegaskan, bahwa Seminar Logistik ini merupakan hasil Kerjasama ITL Trisakti dengan Pemerintah, khususnya dalam masalah Prodi logistik, dimana kita harus menjaga hubungan dengan kantor Menko Perekonomian, karena kantor Menko Perekonomian-lah yang mendesain semua kebijakan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan logistik di negara kita dan bahkan di dunia yang terkait dengan Indonesia.

Oleh karena itu Mahasiswa ITL Trisakti harus terus belajar mempelajari informasi dan pencerahan dari kantor Menko Ekuin RI, dalam rangka memperoleh informasi-informasi terkini, terkait dengan perkembang tentang implementasi dari kebijakan terbaru, sejauhmana telah diterapkan dengan baik dan ternyata telah berhasil, untuk itu Mahasiswa ITLTrisakti juga harus mengetahuinya.

Disamping itu kebijakan tentang prestasi Logistik Performance Index yang di capai Indonesia juga harus diketahui mahasiswa, ini kebijakan pemerintah dalam mengurangi biaya logistik dari 27%, ditarget menjadi 18%, mahasiswa ITL Trisakti harus mengetahui, jadi kita secara kontinyu dan periodik menyelenggarakan diskusi dengan kantor Menko Perekonomian dalam rangka kita terus membangun kemampuan mahasiswa Trisakti menjadi SDM unggul yang berkarakter Pancasila berwawasan kebangsaan, performansi transformasional dan sebagai pusat unggulan dunia, tegas Dr Tjuk Sukardiman.

Bambang Adi winarso menegaskan, bahwa dengan telah masuknya era Revolusi Industri 4.0 dan transformasi digital saat ini, maka Logistik akan semakin berkolaborasi, kita ambil contor antara forwarding Pelabuhan dengan traking eksportir, importir akan ada diciptakan suatu sistem yang lebih efisien, untuk itu kedepannya harus ada kolaborasi antar pelaku usaha dengan penyediaan infrastruktur di Indonesia, supaya kita bisa lebih efisien.

Saat disinggung akan Sumber Daya Manusia bidang Logistik, Bambang Adi Winarso juga menegaskan, bahwa Pemerintah saat ini juga fokus mendorong vocational education training termasuk juga bidang logistik, dan kami juga sedang menyusun tanda-tanda competensi di sektor industry, sehingga ada link and mach antara industri dengan perguruan tinggi, ungkapnya.

Harmen Sembiring juga menambahkan, bahwa Logistik sebagai sarana pengelolaan arus barang dari produsen hingga konsumen akhir, maka dalam arus barang tersebut didalamnya juga ada arus informasi dan uang, dan INSW (Indonesia National Single Window) terkait dengan arus informasi yang juga terkait teknologi informasi ekpor dan impor, tugas kami terkait dokumen ekspor impor elektronik, dan saat ini sudah mencapai 95% dokumen ekspor impor Indonesia di proses secara elektronik melalui INSW, dimana sebebelumnya saat mengurus Ekspor Impor harus datang menghadap pejabat terkait, namun dengan cara online hal tersebut sudah tidak perlu lagi, cukup memproses secara elektronik dari kantor mereka melalui INSW, sehingga akan lebih efisien waktu dan biaya, serta akan menekan hal-hal yang tidak kita inginkan, paparnya. (Nrl).