Sidang Senat Unindra, Dalam Agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Program Pascasarjana

Nurul KRedaksi - Kamis | 29 Agustus 2019 | WIB
Sidang Senat Unindra, Dalam Agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Program Pascasarjana
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Sidang Senat Unindra, Dalam Agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Program Pascasarjana

seperti tahun-tahun sebelumnya, Sebagai program pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru khusus program Pascasarjana, Sidang Senat Unindra dalam agenda khusus Pengenalan Kehidupan Kampus, juga digelar Kuliah Umum, dan kegiatan yang digelar di Gedung Balai Komando, Cijantung Jakarta Timur, pada Rabu 8 Agustus 2019 tersebut, ditampilkan pembicara Orasi Ilmiah, Dr H Kasyadi Suparlan, dengan judul “Menjadi Guru Di Era Revolusi Industri 4.0.

Rektor Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Prof H Sumaryoto menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur Unindra semakin di percaya Masyarakat dan Pemerintah, sehingga pada tahun Akademik 2019 – 2020 semester gasal ini, Unindra menerima mahasiswa baru berjumlah 11.085 mahasiswa, yang terdiri dari program Sarjana (S1) berjumlah 10.242 mahasiswa dan Program Magister (S2) berjumlah 843 mahasiswa, sehingga seluruh Mahasiswa Unindra saat ini berjumlah 38.287 Mahasiswa, dan kita bangga dimana hari ini ada Tokoh Wanita Indonesia, yaitu Ibu Sukmawati Soekarnoputri yang turut mengambil program Magister di Unindra.

Prof Sumaryoto juga menegaskan, bahwa Unindra sudah berupaya menerapkan dan melaksanakan berbagai macam peraturan yang berlaku, termasuk dosen yang harus dipenuhi, dan hingga saat ini dosen Unindra sudah mencapai 1.085 orang, dan mereka ini pendidikan rata-rata sudah S3, dan yang belum selesai S3, Melalui Beasiswa Mandiri Unindra secara bertahap dosen-dosen yang masih S2 kita berikan beasiswa untuk studi lanjut, dan kalau tahun lalu Unindra mengirim 41 orang dosen untuk menyelesaikan program doktor, tahun ini 53 orang dosen dibantu dengan beasiswa Mandiri dari Unindra. hal ini dilakukan dalam menerapkan aturan yang berlaku juga untuk mengejar target tahun 2029 Unindra menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam pembelajaran (Excellent theaching University), dengan demikian dosen merupakan pilar utama dialam proses pembelajaran, tegasnya.

Disamping itu Unindra saat ini juga sedang melakukan studi kelayakan untuk membuka program Strata 3, yang rencana tahun 2020 sudah di kirim ke Mementerian Ristek dan Dikti, selain itu juga sedang kita bahas untuk membuka program studi Fakultas Kedokteran, dan untuk pengembangan sarana dan prasarana Unindra, saat ini sudah terbangun 7 Unit Gedung bertingkat dengan jumlah lebih dari 200 ruangan, dan sedang akan dibanguk unit 3 berupa Laboratorium dan Tower Unindra maupun Auditorium, serta menambah ruang kuliah, untuk itu kita yakin akan mampu mewujudkan Perguruan Tinggi yang Unggul dalam Pembelajaran, tegas Prof Sumaryoto.

Ketua YPLP PGRI Pusat, Prof Supardi, dalam sambutannya juga mengapresiasi prestasi luar biasa jajaran Unindra yang sudah mengembangan pendidikan di Unindra dengan luar biasa sehingga menjadi Universitas terbesar dan jumlah terbanyak diantara lembaga pendidikan tinggi dibawah PGRI.

Dengan mengedepankan salah satu prinsip dasar bahwa semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang memadai di perguruan tinggi, sudah sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa maupun Pendiri PGRI, dimana Unindra dengan kualitas yang terstandarisasi serta dengan akreditasi sangat baik, yaitu akreditasi A dan B, serta tidak ada yang C, ini menunjukkan bahwa program pendidikan di Unindra sangat baik, tinggal menyempurnakan untuk menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul dan berkelas dunia.

YPLP PGRI juga meminta seluruh civitas Unindra untuk terus mengembangkan sistem pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, yang berbasis kerakyatan dan berkarekter Pancasila, dan turutserta memperjuangkan kesejahteraan para guru dan anggota PGRI, pinta Prof Supardi. (Nurul).