PENANGANAN DAMPAK BENCANA GEMPABUMI 7.2 SR DI HALMAHERA MALUKU UTARA

Nurul KRedaksi - Selasa | 16 Juli 2019 | WIB
PENANGANAN DAMPAK BENCANA GEMPABUMI 7.2 SR DI HALMAHERA MALUKU UTARA
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

PENANGANAN DAMPAK BENCANA GEMPABUMI 7.2 SR DI HALMAHERA MALUKU UTARA

Pasca kejadian gempa di Halmahera, Pemerintah bersama masyarakat terus melakukan penanganan dampak gempa tersebut, karena jumlah korban juga bertambah.

Agus Wibowo, Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam jumpa Pers di Ruang Lobby Graha BNPB Jl. Pramuka Kav 38 Jakarta Timur Selasa 16 Juli menjelaskan, bahwa sampai hari ini korban tambah 2 orang, jadi jumlahnya keseluruh meninggal ada 4 orang, untuk untuk di Halmahera. Korban luka ada 51 orang, sementara pengungsi sekitar 3000 orang, kemudian rumah yang rusak ada 171 rumah rusak berat kemudian ditambah lagi ada juga 7 fasilitas pendidikan kemudian dan 3 unit fasilitas peribadatan kemudian ada satu tempat kesehatan rusak berat dan 2 unit bangunan lainnya dan ada tiga jembatan rusak, ungkapnya.

BNPB kini membuat 21 posko utama yang ada di Labuhan dan di Pulau Bacan sebagai pusat pemerintahannya, dan satu lagi ada di rumah sakit pulau Halmahera Selatan.

Ada satu posko lapangannya untuk menghandle supaya kita bisa lebih baik Penanganannya, dan kini BNPB telah mengirimkan Helikopter untuk mempermudah pengiriman logislik, papar Agus Wibowo.

Kebutuhan bagi pengungsi saat ini berupa beras dan air mineral, makanan siap saji, mie instan, tikar, matras, selimut, terpal, tenda, popok bayi pakaian anak dan kids wear untuk kebutuhan anak-anak, tambahnya. (Nurul)