SAMBUT PROGRAM MEMES, ITL TRISAKTI TINGKATKAN KERJASAMA ALUMNI

Nurul KRedaksi - Senin | 08 Juli 2019 | WIB
SAMBUT PROGRAM MEMES, ITL TRISAKTI TINGKATKAN KERJASAMA ALUMNI
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

SAMBUT PROGRAM MEMES, ITL TRISAKTI TINGKATKAN KERJASAMA ALUMNI

Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti) sebagai salahsatu lembaga pendidikan tinggi di Indonesia bahkan ASIA yang mencetak SDM Transformasional penyelenggaraan Transportasi dan Logistik dengan melahirkan Generasi SDM Unggul, berkarakter Pancasila, Berwawasan Kebangsaan, Berkompetensi Transformasional serta bereputasi global, saat ini kembali memperoleh kepercayaan Pemerintah, dimana ITL Trisakti ditunjuk Kemenristek Dikti, untuk menyelenggarakan Program Vokasi, menerapkan metode pembelajaran Multi Entry Multi Exit System (MEMES).

Disela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ITL Trisakti dengan IKAL ITL Trisakti, Rektor ITL Trisakti, Dr. Tjuk Sukardiman menjelaskan, bahwa program MEMES tersebut, artinya seseorang yang kuliah di program Vokasi dan Sarjana Terapan (D IV) Memes, mahasiswa bisa kuliah dari program D 1, dimana setelah selesai tahun pertama (D I), mahasiswa bisa keluar dulu untuk bekerja mencari pengalaman di industri, dan nanti setelah dia berkesempatan kuliah lagi, boleh masuk lagi mengambil program Diploma II, jadi entri lagi, dari multi exit multi entry, multi entry multi exit, kemudian setelah selesai D II bisa bekerja lagi dan nanti bisa melanjutkan ke Diploma III dan seterusnya menyelesasikan Diploma IV atau Sarjana Terapan.

Jadi pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh selama bekerja di dunia industry tersebut, di recognize pembelajaran lampau, jadi pembelajaran pengalaman dia bekerja menangani bidang apa ?, tidak perlu mengambil mata kuliah tersebut, maka proses pembelajaran yang telah dicapai di industri itu kita akui, jadi mereka akan lebih singkat lagi dalam menempuh studinya, sehingga standar dan kualifikasi maupun kompetensinya di dunia kerja akan meningkat, dengan sistem yang multi entry multi exit ini, ungkap Dr Tjuk Sukardiman.

Perkuliahan jenjang Diploma 1 (DI), Diploma 2 (D II) serta Diploma 3 (D III) hingga Sarjana Terapan (D IV) Program Studi Transportasi dan Logistik, dimana bidang transportasi itu keilmuannya sangat kompleks, sangat spesifik dan unik, sehingga prodinya juga bisa dikembangkan dan bisa untuk menampung keahlian industri seoptimal mungkin. Program Vokasi ini juga sebagai bentuk respon dari ITL Trisakti untuk menuju ke World Class, Research Base dan Centre of Excellences, dengan merespon perkembangan dunia industri berbasis 4.0.

Diakuinya peran alumni ITL Trisakti selama ini sudah cukup bagus, namun hari ini ITL Trisakti mengajak alumni yang tersebar di seluruh Instansi pemerintah maupun Swasta, BUMN, BUMD serta Dunia Industri untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kolaborasi yang lebih luas lagi pada lembaga pendidikan tinggi ITL Trisakti khususnya para mahasiswa untuk belajar lebih luas lagi di Industri termasuk kesempatan kerjanya, tambah Dr Tjuk Sukardiman.

Ketua Ikatan Alumni ITL Trisakti, Irza Tanjung disela MoU tersebut juga mengaku menyambut baik kerjasama untuk alumni berkolaborasi dengan lembaga ITL Trisakti, saat ini kita dari alumni banyak yang berkiprah di luar, ada juga yang dari wiraswasta, ada juga yang dari birokrat, ada yang juga dari industri, atau juga di regulator.

Kita berharap dengan kerjasama ini Alumni bisa memberikan sumbangsih serta bersinergi dengan lembaga ITL Trisakti, mungkin yang berpengalaman di luar bisa mentransfer ilmunya, bahkan dengan program penerapan metode pembelajaran Multi Entry Multi Exit System, mungkin alumni bisa bike to campus, jadi dari para alumni di luar yang mungkin pendidikannya belum menyelesaikan D IV/Sarjana Terapan maupun S2, bisa kembali menyelesaikan studi Sarjana Terapan maupun Magister Transportasi dan Logistik.

Serta dengan program MEMES ini, Alumni bisa membuka jalan yang seluas-luasnya, baik saat praktek lapangan, membangun kerjasama lembaga pendidikan dengan perusahaan melalui kajian-kajian akademis, membangun sistem manajemen yang baik dan efisien, hingga memberikan kesempatan kerja yang luas, paparnya.

Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Julius Yudha Halim juga mengapresiasi upaya ITL Trisakti dalam membangun networking dengan alumni, dalam upaya memberikan akses pembelajaran di industri pada adik-adiknya, karena pada dasarnya alumni dengan induknya itu tidak bisa dipisahkan, karena ada ikatan batin, untuk itu jika ditingkatkan melalui ikatan kerjasama, maka akan terbangun sinergi yang lebih baik, apalagi kita tau alumni banyak yang bekerja di pemerintah, swasta, BUMN serta industri lain, maka akan sangat potensial dalam mendukung program MEMES tersebut. Dalam membangun lembaga pendidikan tinggi ITL Trisakti menghadapi era Industri 4.0 ini, memang dibutuhkan hubugan baik melalui komunikasi dan kolaborasi, untuk itu Yayasan Trisakti mendukung penuh adanya peningkatan kerjasama dengan alumni, tegasnya. (Nurul).