Halal Bihalal KPSN Dukung Jokowi Berantas Mafia Bola, PERNUSA Siap Mengawal

Nurul KRedaksi - Rabu | 03 Juli 2019 | WIB
Halal Bihalal KPSN Dukung Jokowi Berantas Mafia Bola, PERNUSA Siap Mengawal
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Halal Bihalal KPSN Dukung Jokowi Berantas Mafia Bola, PERNUSA Siap Mengawal

Bertempat di hotel Bidakara Jakarta, Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) Menggelar Halal Bihalal dengan sejumlah tokoh persepakbolaan nasional maupun para pecinta sepak bola, dengan satu kesatuan untuk mendukung Presiden Jokowi dalam memberantas Mafia Bola di persepakbolaan nasional.

Tokoh Nasional Ketua Umum PERNUSA yang juga penggemar Sepak Bola, Kanjeng Norman Hadinegoro, SE.MM juga mengaku prihatin dan kecewa dengan adanya "Mafia Bola" yang ternyata selama ini telah membohongi rakyat Indonesia, untuk itu Komite Perubahan Sepak Bola Nasional untuk bertindak cepat dan tegas dalam memberantas Mafia Bola.

Pengurus PSSI yang segera dirombak harus memiliki fisi kedepan dalam membangun persepakbolaan nasional, kalau kemaren prestasi berada dibawah, maka kedepan PSSI harus bisa membangun prestasi juara, baik ditingkat ASEAN maupun ASIA, sebagai pengusaha KP Norman mengaku siap menghibahkan lahan 4 hektar untuk pembentukan kualitas pemain-pemain nasional, Persepakbolaan Indonesia haris maju, harapnya.

Mewakili Lemhanas RI, Brigjen Pol Joko Rudi dalam sambutannya menegaskan bahwa persepakbolaan nasional perlu diselamatkan, Tim Asistensi yang berjumlah 6 pamen dan Pati siap mensukseskan upaya tersebut.

Pimpinan LEMHANNAS juga mendukung upaya perbaikan pada kepengurusan PSSI yang segera dibentuk, dan Lemhannas siap berpartisipasi dalam mendukung prestasi persepakbolaan nasional, Untuk itu perlu juga adanya motivasi dan komitmen bersama bahwa permainan bola adalah permainan rakyat yang harus diselamatkan dari mafia-mafia yang tidak bertanggung jawab, sehingga permainan bola dapat menuju prestasi, ungkapnya.

Sementara Pakde Agus dari keluarga Solo mengaku mendukung upaya perbaikan persepakbolaan nasional, dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo diharapkan bisa lebih maju lagi, dan mafia bola memang harus dibersihkan, sehingga kedepan PSSI harus bisa berkiprah di persepakbolaan internasional, tegasnya.

Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono dalam memberikan sambutannya mengatakan, “KPSN dibentuk atas keprihatinan dari seluruh rakyat Indonesia, Seperti diketahui, KPSN lahir awal Oktober lalu untuk mereformasi PSSI secara total, demi mengembalikan PSSI ke khittah dan cita-cita kelahirannya, 19 April 1930, yakni sebagai alat pemersatu bangsa, dan sebagai alat perjuangan untuk menyejajarkan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju melalui prestasi sepak bola, Saya tidak ingin apa apa, saya cuma ingin sepak bola kita berubah, karena pencinta sepak bola mempunyai satu visi dan misi merubah sepak bola kita, dengan bola kita bisa merubah potensi ekonomi yang tinggi sekali,”ujar Suhendra.