RUPS PT LIONMESH PRIMA Tbk Setujui Bagikan Deviden

PriyonoRedaksi - Senin | 24 Juni 2019 | WIB
RUPS PT LIONMESH PRIMA Tbk Setujui Bagikan Deviden
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

RUPS PT LIONMESH PRIMA Tbk Setujui Bagikan Deviden

Bertempat di Hotel JW Marriott Jakarta, pada Senin, tanggal 24 Juni 2019, PT LIONMESH PRIMA Tbk telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Publik Expose, dalam jumpa PERS, Direktur Perseroan PT Lionmesh Prima Tbk, TJHAI TJHIN KIAT menjelaskan, bahwa pada tahun 2018 penjualan neto Perseroan sebesar Rp240,03 miliar atau meningkat 6,98% dibanding tahun lalu, dan laba neto sebesar Rp2,89miliar.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui beberapa poin diantaranya Menyetujui penetapan penggunaan keuntungan antara lain Pembagian dividen tunai sebesar Rp5, setiap saham atau seluruhnya sebesar Rp480.000.000,- sebelum dipotong pajak yang akan dibayarkan atas 96.000.000 saham. Kedua, Sebesar Rp100.000.000,digunakan untuk pembentukan “Cadangan Wajib” untuk memenuhi ketentuan pasal 70 Undang-Undang PT No. 40 tahun 2007. Dan ketiga, Sisanya sebesar Rp2.306.727.390,dimasukkan sebagai laba yang ditahan.

Pembayaran dividen tunai akan dilakukan dengan cara sebagai berikut, Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah para pemegang saham yang namanya tercatat pada Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 4 Juli 2019 sampai dengan pukul 16.00 WIB, Pembayaran Dividen tunai pada tanggal 23 Juli 2019 Tata cara pembayaran dividen tunai akan diumumkan dalam surat kabar pada tanggal 26 Juni 2019.

Rapat Perseroan juga menyetujui menunjuk Bapak Drs Nunu Nurdiyaman, CPA dari Kantor Akuntan Publik “Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan” yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2019 dan memberi wewenang sepenuhnya kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik Pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Yang ditunjuk tersebut karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit atas Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2019.

Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan yaitu Perubahan pasal 3 untuk disesuaikan dengan KBLI 2017 dan tidak mengubah kegiatan usaha utama Perseroan dan menyetujui memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak subsitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan dalam rangka penyesuaian anggaran dasar tersebut, ungkap TJHAI TJHIN KIAT.

Sementara dalam public Expose, sebagaimana penjelasan profil perusahaan, Direktur Utama PT Lionmesh Prima Tbk, . LAWER SUPENDI menjelaskan, bahwa acara public Expose dilakukan berdasarkan surat keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta, tentang kewajiban menyampaikan informasi setiap perusahaan yang tercatat di BEJ wajib melakukan public Expose tahunan, sekurang-kurangnya 1 kali dalam setahun.

Menyangkut Profile perusahaan PT Lionmesh Prima Tbk, bahwa usaha segalanya tidak mengalami perubahan, dimana pada saat ini jumlah karyawan adalah sebesar 119 orang, kedua mengenai tinjauan ekonomi 2018, Dimana tingkat pertumbuhan ekonomi global tahun 2018 tumbuh cukup baik, namun prediksi pertumbuhan untuk tahun 2019 akan terus terkoreksi kebawah, akibat memburuknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok sejak tahun 2018.

Kondisi ekonomi dunia menjadi menurun, yang berdampak pada konstruksi pada sektor properti dan memperlambat sektor konsumsi disektor infrastruktur, permintaan baja mengalami penurunan, namun kapasitas produksi dalam negeri Tiongkok meningkat, kemudian kondisi pasar atau harga pasar dan keadaan pasar industri baja masih akan penuh tantangan. dimana harga baja pada tahun 2018 di pasar internasional masih menunjukkan volatilitas yang disebabkan oleh trade war yang belum ada titik penyelesaiannya.

Harga Baja domestik juga menjadi tidak stabil, karena ketatnya persaingan antara pemasok baja juga menjadi tidak stabil, dan labilnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan nilai tukar Rupiah terhadap dolar itu juga mengefek harga baja dipasar industri baja dalam Negeri semakin terjepit, setelah perusahaan-perusahaan manufaktur Baja pendatang baru yang menggunakan teknologi “induction furnace” untuk memproduksi dan baja berkualitas rendah yang digunakan untuk bidang konstruksi, ungkapnya.

Pergerakan harga baja Dalam jenis HRC di pasar Cina, di mana setelah harga mengalami penurunan yang berkelanjutan dan Pada bulan April tahun 2018, harga naik kembali namun pada bulan September kembali harga baja menurut secara dratis, pada awal tahun 2019 harga masih belum stabil tahun 2019 jadi Harga masih belum begitu membaik.

Dilihat dari pergerakan harga biji besi dunia, merupakan bahan utama pembuatan Baja atau gerakan naik secara cepat dan menyentuh 100 dolar tahun ini, berlawanan dengan harga besi di mana bahan pokoknya meningkat terus sedangkan harga jual tidak stabil.

bahwa keadaan mengenai sektor property, konstruksi dalam negeri juga masih sangat tidak menentu, di mana kue-kue yang ada menjadi rebutan, dengan demikian perseroan secara konservatif kita tidak muluk-muluk dalam membuat target yang tinggi, kalau nggak tercapai buat apa ?, lebih baik kita konservatif, mudah-mudahan bisa tercapai, papar LAWER SUPENDI. (Nrl).