Sudah tahu belum apa itu... FINANCIAL TECHNOLOGY

Nurul KRedaksi - Kamis | 23 Mei 2019 | WIB
Sudah tahu belum apa itu... FINANCIAL TECHNOLOGY
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Sudah tahu belum apa itu... FINANCIAL TECHNOLOGY
Oleh Budi Aryani

Fintech (Financial Technology) adalah inovasi di bidang jasa keuangan yang sedang tren di Indonesia. Fintech memberikan pengaruh kepada masyarakat secara luas dengan memberikan akses terhadap produk keuangan sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan efektif.

Bank Indonesia sendiri telah membagi Fintech menjadi 4 kategori, yaitu sebagai berikut:
1. Crowdfunding dan Peer to Peer Lending
Fintech di kategori ini berfungsi untuk mempertemukan para investor dengan pencari modal.
Crowdfunding dapat digunakan untuk menggalang dana untuk tujuan sosial, seperti korban bencana alam, pendanaan karya dan sebagainya secara online.
Sementara itu, P2P Lending adalah layanan untuk membantu permodalan pelaku UMKM agar mereka dapat meminjam dana walaupun belum memiliki rekening bank.

2. Market Aggregator
Di kategori ini, Fintech berperan sebagai pembanding berbagai produk keuangan, dimana Fintech akan mengumpulkan data finansial sebagai referensi oleh pengguna.
Misalnya, jika seorang konsumen ingin mencari produk asuransi, konsumen tersebut dapat memberikan data finansial pribadi ke platform Fintech dan platform tersebut akan mencocokkan data konsumen dengan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya.

3. Risk and Investment Management
Fintech yang bergerak di bidang ini berfungsi untuk membantu konsumen melakukan perencanaan keuangan digital. Selain manajemen risiko dan investasi, terdapat juga manajemen aset yang mengurus operasional suatu usaha agar lebih praktis.

4. Payment, Settlement dan Clearing
Jenis Fintech yang tergolong di di kategori ini adalah pembayaran (payments) seperti payment gateway dan e-wallet. Payment Gateway merupakan penghubung antara pelanggan dan e-commerce yang difokuskan pada sistem pembayaran. Kemudian ada uang elektronik yang merupakan instrumen pembayaran belanja, tagihan dan lainnya dalam bentuk aplikasi.

Disini Ada Beberapa Penjelasan Dari Fintech Financial Technology sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan Financial Technology?
Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja.

2. Bagaimana FinTech bisa terjadi?
FinTech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh pengguna teknologi informasi tuntutan hidup yang serba cepat. Dengan FinTech, permasalahan dalam transaksi jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari barang ke tempat perbelanjaan, ke bank/ATM untuk mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu tempat karena pelayanan yang kurang menyenangkan dapat diminimalkan. Dengan kata lain, FinTech membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif.

3. Apa dasar hukum penyelenggaraan FinTech dalam system pembayaran di Indonesia?
- Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran
- Surat Edaran Bank Indonesia No. 18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital
- Peraturan Bank Indonesia No. 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik

4. Apa keuntungan dari FinTech?
Bagi konsumen, FinTech memberi manfaat:
- Mendapat layanan yang lebih baik
- Pilihan yang lebih banyak
- Harga yang lebih murah

Bagi pemain FinTech (pedagang produk atau jasa), FinTech memberi manfaat:
- Menyederhanakan rantai transaksi
- Menekan biaya operasional dan biaya modal
- Membekukan alur informasi

Bagi suatu Negara, FinTech memberi manfaat;
- Mendorong transmisi kebijakan ekonomi
- Meningkatkan kecepatan perputaran uang sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat
- Di Indonesia, FinTech turut mendorong Strategi Nasional Keuangan Inklusif/SKNI

5. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari FinTech?
FinTech telah mengubah sistem pembayaran di masyarakat dan telah membantu perusahaan-perusahaan start-up dalam menekan biaya modal dan biaya operasional yang tinggi di awal.

6. Bagaimana peran FinTech dalam sistem pembayaran?
Dalam hal ini, FinTech mampu menggantikan peran lembaga keuangan formal seperti bank. Dalam hal sistem pembayaran, FinTech berperan dalam;
- Menyediakan pasar bagi pelaku usaha
- Menjadi alat bantu untuk pembayaran, penyelesaian/settlement dan kliring
- Membantu pelaksanaan investasi yang lebih efisien
- Mitigasi risiko dari system pembayaran yang konvensional
- Membantu pihak yang membutuhkan untuk menabung, meminjam dana dan penyertaan modal.

7. Apakah regulator perlu membuat peraturan terkait FinTech?
Kuatnya arus teknologi dalam system pembayaran mendorong Bank Indonesia sebagai bank sentral Republik Indonesia untuk memastikan lalu lintas pembayaran yang telah terpenetrasi oleh teknologi tetap berjalan dengan tertib dan aman serta mendukung pilar-pilar dalam pencapaian visi dan misi Bank Indonesia.

8. Apa saja yang dilakukan Bank Indonesia dalam menjaga ketertiban lalu lintas pembayaran terkait FinTech?
- Dalam hal penyediaan pasar bagi pelaku usaha, Bank Indonesia memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya mengenai jaminan kerahasiaan data dan informasi konsumen lewat jaringan keamanan siber.
- Dalam hal tabungan, pinjaman dan penyertaan modal, Bank Indonesia mewajibkan setiap pelaku usaha untuk patuh kepada peraturan makroprudensial, pendalaman mengenai pasar keuangan, system pembayaran sebagai pendukung operasi dan keamanan siber untuk menjaga data dan informasi konsumen.
- Dalam hal investasi dan manajemen risiko, Bank Indonesia juga mewajibkan setiap pelaku usaha untuk patuh kepada peraturan makroprudensial, pendalaman mengenai pasar keuangan, system pembayaran sebagai pendukung operasi dan keamanan siber untuk menjaga data dan informasi konsumen.
- Dalam hal pembayaran, penyelesaian/settlement dan kliring, Bank Indonesia memastikan perlindungan terhadap konsumen, khususnya mengenai jaminan kerahasiaan data dan informasi konsumen lewat jaringan keamanan siber.

9. Apa bentuk inisiatif Bank Indonesia terkait FinTech?
Bank Indonesia menjamin keamanan dan ketertiban lalu lintas pembayaran dengan menjadi:
- Fasilitator. Bank Indonesia menjadi fasilitator dalam hal penyediaan lahan untuk lalu lintas pembayaran
- Analis bisnis yang intelligent. Melalui kerjasama dengan otoritas dan agen-agen internasional, Bank Indonesia menjadi analis bagi para pelaku usaha terkait FinTech untuk memberikan pandangan dan arahan tentang bagaimana menciptakan system pembayaran yang aman dan tertib.
- Asesmen. Bank Indonesia melakukan monitoring dan penilaian (assessment) terhadap setiap kegiatan usaha yang melibatkan FinTech dan system pembayarannya menggunakan teknologi.
- Koordinasi dan Komunikasi. Bank Indonesia menjaga hubungan dengan otoritas terkait untuk tetap mendukung keberadaan FinTech system pembayaran di Indonesia. Bank Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung para pelaku usaha di Indonesia dengan memberikan pengarahan secara berkala mengenai FinTech.
Jadi Sebenarnya Apa sih Finansial Technology itu?
Bila Fintech kita pisahkan maka ia terdiri dari dua suku kata yaitu Financial yang berarti keuangan; dan Technologyyang berarti Teknologi. Sehingga secara awam kita dapat menyebutkan bahwa Fintech merupakan inovasi yang melibatkan penggunaan teknologi modern dalam bidang jasa finansial.

Financial Technology di Indonesia terdiri dari banyak jenis. Diantaranya bergerak dalam bidang pembayaran, peminjaman, investasi ritel, perencanaan keuangan, remitansi, pembiayaan, hingga riset keuangan. Berikut adalah beberapa contoh Jenis Fintech di Indonesia beserta contoh produknya.

1. Startup Pembayaran, contoh Produk : DOKU
Di Indonesia tidak semua orang memiliki kartu kredit karena berbagai alasan. Mulai dari permintaan yang tak kunjung disetujui Bank, hingga yang memang tidak mau memilikinya. Doku mengambil celah gap ini dengan memberikan layanan berupa dompet elektronik yang bisa diisi ulang. Bagi anda yang sudah memiliki kartu kredit, Doku juga bisa dihubungkan ke kartu anda. Anda juga bisa menggunakan Doku untuk berbagai layanan diantaranya belanja online, pembayaran telepon, listrik, PAM, bahkan bisa meminta uang sesama pengguna Doku.

2. Investasi, contoh Produk : IPOTFund
Jika anda adalah salah satu penggemar investasi dalam bentuk Reksadana, maka IPOTFund tentunya menjadi surga tersendiri bagi anda. Ini karena anda tidak perlu lagi menyempatkan diri pergi ke penjual reksadana seperti Bank dan lainnya untuk dapat memiliki reksadana. Anda hanya perlu mendaftar di IPOTFund dan bebas membeli reksadana yang anda suka. Dengan investasi mulai dari Rp.100.000,- anda dapat membeli reksadana lewat aplikasi mereka di Google Play atau membuka aplikasinya di laptop anda. Dengan 29 Manajer Investasi yang tersedia tentunya anda bisa memiliki banyak pilihan untuk memilih reksadana sesuai selera ya.

3. Peminjaman, contoh : Temanusaha.com
Teman Usaha adalah salah satu startup Fintech yang memfasilitasi pelaku UKM untuk mendapatkan pinjaman untuk usaha mereka. Lewat aplikasi mereka Temanusaha.com nantinya akan menghubungkan pelaku UKM dengan perbankan untuk mendapatkan pinjaman.

4. Riset Keuangan, contoh : Infovesta.com
Infovesta.com sangat bermanfaat bagi anda yang senang berinvestasi melalui berbagai jenis investasi mulai dari produk perbankan hingga pasar modal. Di Invofesta, anda tidak hanya mendapatkan informasi berupa opini atau berita terkini, namun juga melalui berbagai data dan tools yang dapat anda gunakan untuk keperluan investasi anda. Sehingga ketika mengambil langkah investasi anda tidak hanya terpaku pada kabar yang beredar namun pada angka-angka yang dapat anda proyeksikan.

5. Perencanaan Keuangan, contoh : NgaturDuit.com
Sementara pergi ke Perencana Keuangan yang berpraktek belum dilakukan oleh sebagian besar orang, anda bisa melakukannya dengan mengakses ngaturduit.com. Situs ini akan membantu anda yang mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan. Selain dapat membantu anda dengan berbagai tools yang tersedia, ngaturduit.com juga menyediakan konsultan keuangan yang dapat berinteraksi dengan anda mengenai keuangan pribadi anda.
Bank Indonesia Financial Technology Office.

Jika anda khawatir apakah beragam perusahaan Fintech di Indonesia bergerak secara resmi, dan dijamin oleh pemerintah, maka sesungguhnya mereka didukung penuh oleh Bank Indonesia, lho. Ini terbukti dari diresmikannya Bank Indonesia Financial Technology Office pada tanggal 14 November 2016 di Jakarta. Sehingga, Bank Indonesia Fintech Office ini akan mengawasi dan mengatur regulasi mengenai Fintech di Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sendiri mengungkapkan bahwa Bank Indonesia mendirikan Fintech Office dengan empat tujuan yaitu :
1. Untuk memfasilitasi perkembangan inovasi dalam ekosistem keuangan berbasis teknologi di Indonesia
2. Untuk mempersiapkan Indonesia mengoptimalkan perkembangan teknologi dalam rangka pengembangan perekonomian
3. Untuk meningkatkan daya saing industri keuangan berbasis teknologi Indonesia
4. Untuk menyerap informasi dan memberikan umpan balik terhadap perumusan kebijakan Bank Indonesia

Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa Bank Indonesia sendiri mendukung penuh Fintech dan mendorongnya untuk terus tumbuh sehingga bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan fasilitas keuangan yang cepat dan terjamin aman.
Semoga artikel ini dapat memberikan warna bagi pembacanya, agar dapat memberi informasi yang lebih baik dan berguna bagi kita semua yg membacanya.. SEMANGAT!!