Sikapi Kondisi Bangsa Pasca Pemilu dan Pilpres, Senior SOKSI Gelar Pertemuan

PriyonoRedaksi - Selasa | 30 April 2019 | WIB
Sikapi Kondisi Bangsa Pasca Pemilu dan Pilpres, Senior SOKSI Gelar Pertemuan
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Sikapi Kondisi Bangsa Pasca Pemilu dan Pilpres, Senior SOKSI Gelar Pertemuan

Pesta Demokrasi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 telah selesai, kini Rakyat Indonesia tinggal menunggu putusan KPU, siapa saja yang terpilih sebagai Wakil Rakyat maupun Presiden dan Wakil Presiden 2019 – 2014, dan menurut Tokoh Nasional yang juga Senior SOKSI, Prof Bomer Pasaribu, bahwa jika bangsa ini bersatu dan bersama-sama menghadapi Bonus Demografi 2020 – 2030, maka Indonesia akan menjadi negara terbesar ke 4 Dunia.

Disela Pertemuan Senior SOKSI, di jalan Tanah Abang II Jakarta, Prof Bomer Pasaribu menegaskan, bahwa SOKSI akan terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, melalui pertemuan hari ini SOKSI ingin memberikan masukan pada Pemerintah dan Wakil Rakyat, agar semua bisa bekerja dengan baik, serta mampu menekan hal-hal yang tidak penting yang akan menguras energy dalam mengisi pembanguna.

Melalui pertemuan yang juga sebagai ajang Silaturahmi Senior SOKSI ini, juga sebagai upaya kontribusi gagasan bagi Pemerintah yang terpilih nanti, serta memberikan jalan kerluar melalui gagasan-gagasan yang lebih besar, dimana Indonesia saat ini memiliki peluang emas, namun demikian kita juga melihat bahwa bangsa ini juga dalam ancaman yang lebih besar, karena SOKSI melihat ada peluang bangsa ini terjerumus dalam konflik yang bisa membuat bangsa ini terbelah, padalah bangsa ini energinya tidak boleh terkuras oleh degredasi maupun pembelahan, karena ada tugas yang maha besar yang memberikan peluang emas, sekaligus tantangan menghadapi Era Industri 4.0, Dimana seluruh kajian Internasional, Indonesia memiliki peluang emas, yang diperkirakan berada pada urutan 5 di tahun 2020, dan 2030 nomor 4, untuk itu peluang emas tersebut tidak boleh hilang begitu saja, karena konflik internal yang energi kita terkuras hanya untuk mengatasi konflik dan meninggalkan tugas-tugas kita.

Dalam Bonus Demografi yang sudah didepan mata, dimana dalam puncaknya akan memperoleh suatu tingkat kebesaran ekonomi, yang sudah diramalkan oleh 18 ramalan-ramalan dunia yang paling tidak Indonesia terbesar ke lima atau keempat di Dunia, tetapi adanya peluang tersebut juga adanya tantangan Cardinal, yang diramalkan bahwa bangsa ini akan dihadapkan dengan konflik-konflik dan pertentangan serta Hoax yang bisa menguras potensi besar tersebut.

Peluang dalam Bonus Demografi hanya terjadi sekali dalam 80 tahun, kalau peluang ini tidak bisa kita manfaatkan, maka. kita harus menunggu lagi 80 atau 90 tahun, kalau kita lihat negara China saat meraih bonus Demografi hingga tahun 2018, maka China ekonominya tumbuh 9 hingga 11 persen, sementara Indonesia mungkin hanya tumbuh 5%, jika energi kita terkuras untuk hal-hal yang tidak penting. Dan yang seharusnya tumbuh hingga 8%, namun hanya 5% karena adanya konflik yang tidak perlu.

Dalam teori Demokrasi, bahwa jika Demokrasi berjalan dengan baik maka Korupsi akan menurun, karena Suara Rakyat adalah Suara Tuhan, namun dari sorotan SOKSI yang terjadi di Indonesia saat ini justru sebaiknya, dengan tumbuhnya Demokrasi namun angka Korupsi justru tumbuh atau meningkat, ungkapnya.

Permasalahan lain dalam kemajuan Industri 4.0, maka akan timbul ketimpangan, karena dalam industri 4.0 akan timbul digital kapitalism, karena di era digital memang tidak ada batasnya, seluruh modal akan mengalir tanpa batas, kalau kita tidak siap maka jangan salahkan kalau orang asing yang masuk dan menguasai di dalamnya.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut diatas, kita harus mau belajar pada negara lain, seperti Singapura, China, Jepang dan negara besar lainnya, mereka bisa maju karena bisa menekan hal-hal yang akan menguras energi yang tidak perlu, apa konflik-konflik internal yang menyita energi nasional untuk dihindari, sehingga China, Jepang dan Singapura bisa maju sesuai dengan program pembangunan mereka.

Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut diatas SOKSI berharap seluruh masyarakat dan komponen bangsa ini untuk mampu keluar dari kemelut kemungkinan segregasi, kemungkinan polarisasi yang lebih parah, untuk bersatu padu kembali, dan focus pada industrialisasi 4.0 tersebut, mari kita ambil peluang emas ini, dan jangan biarkan kita masuk dalam keterpurukan pengurasan energy, dalam konflik internal dalam negeri, utuk itu SOKSI mendorong kekaryaan, untuk bangsa ini kedepan, pinta Prof Bomer Pasaribu. (Nrl).