Sedekah Bumi dan Pergelaran Wayang Kulit PJT, Sarana Pelestarian dan Pengembangan Budaya Nusantara

PriyonoRedaksi - Jumat | 28 Desember 2018 | WIB
judul]
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Sedekah Bumi dan Pergelaran Wayang Kulit PJT, Sarana Pelestarian dan Pengembangan Budaya Nusantara

Iring-iringan Tumpeng yang berjumlah 35 Tumpeng dibawa para Wakil Paguyuban Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah memasuki areal Tugu Proklamasi, didepan diawali oleh Sekjen Paguyuban Jawa Tengah, Frahma Alamiyarso yang memimpin iring-iringan tersebut, dan disambut oleh Ketua PJT Leles Sudarmanto, SE, MM dan para sesepuh Paguyuban Jawa Tengah, Jenderal TNI (Purn) Museno SH, Jenderal TNI Wiranto dan turut menyaksikan prosesi arak-arakan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, caleg DPRRI dari Partai Golkar Dapil Jateng 4 nomor urut 5 (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) Endang Sulastri, SE, MM serta Caleg DPRRI dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Jakarta Timur, nomor urut 1, Dra Hj SB Wiryanti Sukamdani.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah (PJT), Leles Sudarmanto, SE, MM menegaskan, bahwa bahwa kegiatan Sedekah Bumi ini merupakan bentuk ungkapan syukur Paguyuban Jawa Tengah Pada Allah SWT yang senantiasa memberikan keberkahan pada seluruh warga paguyuban, dan kita memohon agar seluruh anggota PJT tetap Guyub, Rukun, Gayang Saklawase.

Demikian juga Pergelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Manteb Sudarsono, dengan Lakon Putodewo Jadi Raja, adalah apresiasi dan dukungan atas penetapan Hari Wayang Nasional, pada 7 November oleh Presiden Joko Widowo (Presiden Jokowi), Untuk itu Paguyuban Jawa Tengah memiliki tanggungjawab untuk melestarikan dan mengembangkan Kesenian Tradisi Wayang Kulit ini, agar tetap lestari dan dicintai masyarakat, tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Panitia Sedekah Bumi dan Pergelaran Wayang Kulit PJT, Dr Suwandi, bahwa pihaknya bersyukur warga Paguyuban Kabupaten/Kota turut hadir memeriahkan pergelaran Wayang Kulit dan Prosesi Sedekah Bumi ini, sehingga warga Jateng Jabodetabek hari ini hadir lebih dari 5.000 orang, ini wujud Guyub sesama warga perantauan di Jabodetabek, paparnya. (Pry)