STOP TPPO YPSI BERSAMA KEMDIKBUD RI GELAR SOSIALISASI PENDIDIKAN PTPPO DI PANDEGLANG

PriyonoRedaksi - Minggu | 16 September 2018 | WIB
judul]
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

STOP TPPO YPSI BERSAMA KEMDIKBUD RI GELAR SOSIALISASI PENDIDIKAN PTPPO DI PANDEGLANG

Pandeglang merupakan salah satu daerah yang masuk dalam kerawanan Tindak Pidana Perdagangan Orang, sehingga Pandeglang menjadi pilihan Sosialisasi Pendidikan Tindak Pidana Perdagangan Orang” ujar Titin Kustini sebagai Ketua Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia dalam laporannya. Sosialisasi Pendidikan PTPPO dilakukan selama tiga hari berturut turut yaitu pada tanggal 29 Agustus, 30 Agustus dan 31 Agustus 2018 dengan peserta yang berbeda setiap harinya bekerjasama dan didanai oleh Kemendikbud RI .

Sosialisasi dengan berbagai nara sumber diantaranya Bapak Suradi Ssos Msi , Kepala Seksi Pendampingan Pembelajaran Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud serta fasilitator dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI , Nugroho Eko Prasetyo.

Pada hari pertama sosialisasi yang diikuti oleh : Lurah, Kepala Desa, PKK Kabupaten dan Kecamatan, Camat , Tokoh Agama yang dibuka pada awalnya oleh Bapak Wakil Bupati akan tetapi karena mengalami sakit mendadak digantikan oleh Bapa Sekwilda Kabupaten Pandeglang, Bapak Fery Hasanudin SH MH . Dalam sambutannya Sekwilda menghimbau kepada peserta untuk meneruskan sosialisasi PTPPO ini kepada masing masing masyarakat diwilayahnya. “Sasaran yang utama didaerah Pandeglang Selatan banyak yang menjadi TKW , secara devisa menjadi pemasukan tapi disana menjadi tenaga kasar, hal ini menjadi tugas aparatur Desa, Kelurahan, Camat  untuk terus mensosialisasikan  pencegahan TPPO, bukan hanya teori tapi harus jelas dilaksanakan sehingga ada out put dan dampak untuk menjadi daya ungkit “ tuturnya. Sosialisasi yang bertempat di Hotel dan Restourant S Rizki Pandeglang pada hari pertama secara khusu langsung diikuti oleh Lurah dan Kepala Desa tanpa mewakilkan telah membuka wawasan mereka bahwa Perdagangan Orang senantiasa mengin

tai korban setiap saat dilingkungan mereka, sehingga pada saat Rencana Tindak lanjut tak urung mereka menyebutkan dua Desa yang akan mereka tindak lanjuti serta merta mereka langsung membentuk team yang akan turun bersama YPSI.


Pandeglang memiliki wilayah yang sangat luas sampai 35 Kecamatan sehingga untuk menjangkau peserta dari berbagai Kecamatan terutama Kecamatan yang terbanyak menjadi TKI dan TKW, lokakarya hari ke 2 dan ke 3 berpindah tempat ke Daerah Labuan di salah satu Gedung Pertemuan untuk bisa terjangkau oleh peserta dari Wilayah Pandeglang Selatan.


Untuk hari ke 2 peserta yang hadir dari berbagai unsur : Kepala Sekolah, Pengurus, Guru, Paguyuban orang tua, Komite Sekolah, siswa dari SMP dan SMA. Pokja Pendidikan keluarga dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan yang Diwakili oleh Kabid SMP dalam pembukaan nya diungkapka bahwa Pandeglang harus  siap menciptakan lapangan kerja diwilayah sendiri dan harapannya anak  anak sekolah yg hadir  bisa menginformasikan ke teman teman di sekolah dalam pencegahan TPPO dan bagi peserta yang hadir lainnya harapannya  tidak hanya menerima begitu saja pengetahuan ini tapi di sosialisasikan ke masyarakat, harus mampu menjadi tauladan, Ibu bapak guru menjadi tauladan murid muridnya nya, pada saat upacara di  hari senin kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi PTPPO,  bisa berkolaborasi antara guru dan ikatan orang tua siswa dalam menginformasikan kepada murid di sekolah, tuturnya.


Antusias dan semangat peserta menyadari bahwa ini masalah bagi anak dan masyarakat di daerahnya sehingga para peserta sangat antusias mengikuti sosialisasi dari pagi sampai sore , dan diakhir hari kedua tersusunlah tindak lanjut di 3 wilayah rawan korban traficking untuk dilakukan sosialisasi sebagai tindak lanjut dari mereka yang akan didampingi oleh YPSI.


Hari ke 3 sosialisasi di hadiri dari unsur pengurus organisasi kepemudaan , Karang Taruna , Lembaga Pendidikan Non Formal, Pengelola lembaga Kursus, Penilik, Pokja Pendidikan Keluarga, TBM  yang dibuka oleh Bapak Agus Jhoni Cahyadi, Penilik dan sekaligus Ketua Ipi                                               (Ikatan Penilik Indonesia) untuk Kabupaten Pandeglang.


Sekalipun hari Jumat dan peserta datang dari jarak jauh , tak mengurangi rasa semangatnya sehingga dalam hari ketiga kegiatan Sosialisasi berakhir sampai jam 17.15 para peserta terus antusias saling berbagi pengalaman . Selain menghasilkan rencana tindak lanjut untuk mereka sosialisasi TPPO di dampingi oleh YPSI, peserta yang hadir dari berbagai unsur ( LKP , SPNP PKB dll)  menawarkan untuk memberikan pelatihan keterampilan gratis bagi anak dan masyarakat yang berminat untuk meningkatkan diri dalam menunjang peningkatan  pendapatan keluarga. Tokoh tokoh perempuan ini berlatar belakang dari berbagai unsur ada salah satu peserta yang dari pensiunan Dinas Perlindungan anak dan pemberdayaan Perempuan yang saat ini di TBM begitu antusiasnya untuk memerangi perdagangan orang . Untuk lebih menimbulkan rasa memiliki tanggung jawab , YPSI juga memasukkan unsur dari daerah untuk terlibat di kepanitiaan kegiatan sosialisai  ini baik dari unsur Pemda , Dinas Pendidikan maupun unsur tokoh masyarakat.

Peserta yang hadir selama 3 (tiga) hari dari berbagai unsur sesuai dengan rencana, dan dilihat dari sumber daya manusia semua cukup memiliki potensi  untuk menularkan dan bergerak dalam mensosialisasi kan PTPPO.

7 ( tujuh ) Desa rawan perdagangan orang menjadi tindak lanjut yang direncanakan oleh peserta dari hari pertama sampai hari ke tiga yang ditetapkan bersama peserta secara mandiri yang menjadi rencana tindak lanjut sosialisasi selain mereka akan menularkan pada lingkungannya masing masing.

Semangat pencegahan TPPO menjadi semangat semua peserta sosialisasi di Kabupaten Pandeglang dalam memerangi Perdagangan orang.